Gubernur NTB Buka Gelar Budaya NTB Gemilang

201
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkifliemansyah membuka kegiatan Gelar Budaya NTB Gemilang, bertempat di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Senin, (23/11/2020).

MATARAM, Warta NTB – Jaga jarak dan cuci tangan  merupakan budaya baru yang harus siap diterima oleh masyarakat NTB. Selain memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan, juga merupakan budaya baik yang sesuai dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini. 

Hal itu dikatakan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkifliemansyah saat membuka kegiatan Gelar Budaya NTB Gemilang, bertempat di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Senin, (23/11/2020). Turut mendampingi Gubernur NTB pada kesempatan tersebut, Asisten III Setda NTB.

Pada kesempatan tersebut, Doktor Zul mengajak kepada tamu undangan yang hadir agar selalu mengkampenyakan NTB atau Nurut Tatanan Baru, yaitu protokol kesehatan Covid-19. Berhubung seluruh sekolah di Indonesia akan kembali melaksanakan belajar tatap muka maka disiplin protokol Covid-19 sebagai budaya baru harus bisa dilaksanakan.

“Ada buku yang menarik yang ditulis oleh Peter Senge, judulnya: The Fifth Discipline, dan saya rasa, semua kepala sekolah harus membaca buku ini untuk terus beradaptasi menghadapi setiap perubahan dan kemajuan yang ada,” ajak Doktor Ekonomi Industri tersebut. 

Ia juga merespon baik atas inisiasi, terobosan dan kekompakan yang ditampilkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB. Karena menurutnya, kegiatan Gelar Budaya ini merupakan proses penyadaran untuk selalu berinovasi ditengah Covid-19. 

Selain itu, Doktor Zul berharap kepada para kepala sekolah agar senantiasa menggunakan produk – produk asli daerah. Menurutnya sudah banyak produk hasil karya SMA, SMK dan SLB di NTB. Seperti Handsenitizer yang dibuat oleh SMKN 1 Kuripan Lombok Barat. 

“Saya bayangkan kalau semua guru dan kepala dinas memiliki handsanitizer buatan SMKN 1 Kuripan, maka Hebat Mart pasti laku barang-barangnya. Jadi tidak boleh lagi ada kantor-kantor, sekolah-sekolah yang menggunakan produk dari luar jika bisa diciptakan di NTB ini,” pinta Doktor Zul. 

Sementara itu, Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., dalam sambutannya menjelaskan bahwa untuk menyambut dan memeriahkan HUT NTB ke-62 dan Pekan Kebudayaan Nasional, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI menggelar Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) dalam bingkai “Gelar Budaya NTB Gemilang”. 

Ada 10 mata lomba yang akan digelar selama seminggu kedepan yang dimulai 23 sampai dengan 28 November 2020 di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Berbagai kegiatan Pembukaan seperti Gelar Budaya NTB Gemilang, Gebyar SMK, Gebyar SMA, Gebyar PK-PLK, Pameran Karya, Pagelaran Seni, Gelar Seni Tari, Musyawarah Kebudayaan akan disiarkan langsung oleh RRI. Selain itu, juga diselenggarakan Bimtek Penciptaan Tari, dan Liga Hadang bersama KPOTI. 

“Saya berharap rangkaian kegiatan yang akan digelar selama seminggu kedepan untuk memperebutkan Tropy Gubernur ini berjalan sesuai rencana,” harapnya. (WR-02)