Gempa 6,2 SR, Danrem Imbau Warga Jauhi Bangunan Tinggi dan Pohon Besar

807

Mataram, Warta NTB – Gempa dengan kekuatan 6,2 Skala Richter (SR) kembali mengguncang Pulau Lombok. Gempa yang terjadi pukul 13.25 Wita, Kamis (9/8/2018) siang berlokasi di 8,36 LS, 116,22 BT dengan kedalaman 12 km sekitar 6 km Barat Laut Kabupaten Lombok Utaram (KLU).

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos SH M.Han sebagai Dansatgas Penanggulangan bencana gempa bumi Lombok menyampaikan, gempa dengan kekuatan 6,2 SR berlangsung sekitar 5-10 detik membuat warga dan sekitar Posko panik namun masih kondusif.

Dijelaskan, terkait data korban meninggal hingga pada pukul 12.00 Wita kemarin, jumlah keseluruhan korban meninggal di enam kecamatan yaitu di Kecamatan Gunungsari Lobar dan Lima Kecamatan di KLU sudah tercatat sebanyak 319 orang yang dinyatakan meninggal.

“Data itu berdasarkan laporan masyarakat dan catatan Babinsa dan Babinkamtibmas di tiap desa yang terkena musibah,” jelasnya.

Namun, berdasarkan data Disdukcapil yang telah tercatat dan terverifikasi dengan surat kematian adalah sebanyak 257 orang meninggal dunia.

Adapun langkah antisipasi terhadap gempa susulan baik skala besar maupun kecil, Danrem nengimbau warga agar tidak berada dalam rumah serta menjauhi bangunan tinggi dan pohon besar, sehingga tidak ada lagi korban berikutnya.

“Untuk sementara lebih baik berada di luar dengan membangun tenda di tempat terbuka sehingga menghindari adanya korban berikutnya,” imbaunya.

Danren menambahkan, korban terbanyak hingga saat ini berada di Kecamatan Bayan dan Kecamatan Kayangan karena hampir 90 persen rumah warga rusak, sehingga jumlah korban pada hari kedua dan ketiga semakin bertambah.

“Saat ini pasukan dari Yonzipur 10 dan Yonzikon 13 sudah diploting di Kecamatan Bayan dan Kayangan dengan harapan dapat membangun kembali sarana dan kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat dapat hidup normal kembali,” pungasnya. (WR)