Dua Peristiwa Kebakaran Sambut Pergantian Tahun di Kabupaten Bima

1093

BIMA, Warta NTB – Gegap gempita malam pergantian tahun 2019 di Kabupaten Bima diwarnai peristiwa kebakaran yang terjadi di dua lokasi dan waktu yang berbeda.

Kebakaran pertama terjadi di Desa Tonggorisa, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, sekitar pukul pukul 22.00 Wita, Senin (31/12/2018) malam. Akibatnya rumah panggung milik Arsyad (60) warga lingkungan RT.01/RW.01 desa setempat ludes terbakar.

Kepala Desa Tonggorisa Ahyar H. Majid menjalaskan, peristiwa kebakaran terjadi saat pemilik rumah berada dalam rumah, mengetahui peristiwa kebakaran korban pun panik dan lari keluar rumah. Tidak membawa barang-barang kecuali hanya baju yang di badan.

“Rumah panggung sembilan tiang itu hangus terbakar rata dengan tanah, kerugian diperkirakan mencapai Rp 90 juta karena tidak ada barang-barang yang dapat diselamatkan,” jelas kades.

Ahyar mengungkapkan, api hampir saja menyambar rumah milik Syafrudin Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bima yang berjarak satu meter dari rumah korban.

“Beruntung api dapat dipadamkan berkat bantuan warga dan mobil pemadam kebakaran Pemerintah Kabupaten Bima,” katanya.

Kades belum dapat memastikan penyebab kebakaran, tetapi ia menduga peristiwa kebakaran itu terjadi akibat korsleting atau hubungan pendek arus listrik di rumah tersebut.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat korsleting listrik. Saya harap Pemerintah Daerah segera memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban kebakaran,” harapnya.

Peristiwa kedua terjadi di Desa Waro, Kecamatan Monta Kabupaten Bima. Kebakaran terjadi sekitar pukul 04.30 Wita, Selasa (1/1/2019) dini hari, dimana pada pagi buta itu satu unit rumah batu permanen milik Yusuf (50) ludes dilalap si jago merah.

Sekretaris Desa Waro M. Irsadal Alfajri S.Pd mengungkapkan, peristiwa kebakaran terjadi ketika istri korban Mulud (50) pemilik kios yang juga penjual jajanan gorengan dan penjual bensin bolotan itu memulai aktifitasnya.

Saat menyalakan tungku korban tak sadar bahwa ada bensin di dekat tungku yang kemudian api langsung menyambar dan membakar barang-barang yang ada di sekitar.

“Menyadari hal itu, korban dan suaminya lari menyelamatkan diri dan membangunkan anak perempuan dan cucunya yang tengah tertidur pulas dalam rumah dan lari keluar menyelamatkan diri,” ungkap pria yang akrab disapa Lunda ini.

Lunda menambahka, warga yang mengetahui peristiwa kebakaran berupaya menolong dengan air dan peralatan seadanya. Namun, nahas tidak banyak barang-barang yang dapat diselamatkan kecuali beberapa karung padi yang disimpan dalam rumah tersebut, rumah dan barang-barang lain semua hangus terbakar.

Akibat peristiwa itu, istri korban mengalami luka bakar di bagian tangan kanan dan kaki kiri sehingga langsung dilarikan ke Puskesmas Monta untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini hanya saja istri korban mengalami luka bakar dan telah dilarikan di Puskesmas Monta. Sementara kerugian material diperkirakan mencapai Rp 100 juta,” katanya.

Lunda menambahkan, selain bantuan dari pemerintah desa untuk membantu korban pemerintah desa juga akan membuat laporan ke pemerintah daerah. “Kami akan melaporkan peristiwa ini kepada pemerintah daerah agar korban segera mendapat bantuan,” tutupnya. (WR)