Dua Hari Tergeletak Dalam Jurang, Jasad Mahasiswa Pendaki Gunung Rinjani Berhasil Dievakuasi

2040
Jasad korban ditemukan Tim Gabungan dalam jurang 100 meter di bawah Pelawangan Senaru, Minggu (3/1/2021).

LOMBOK UTARA, Warta NTB – Tim gabungan dari Polres Lombok Utara, Koramil Bayan, TNGR Senaru dan Basarnas berhasil menemukan jasad seorang pendaki gunung rinjani yang jatuh terpeleset dan hilang kontak di jalur turun menuju Danau Segara Anak pada hari Jum’at (1/12/2020) lalu.

Koraban yang jatuh tersebut diketahui bernama Mohammad Fuad Hasan (25) seorang mahasiswa beralamat di Sawah Pulo Wetan 4/10, RT.010/RW.012, Desa Ujung, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansyah, SH melalui Kapolsek Bayan Ipda Sugi Jaya, SH menjelaskan, kronologis kejadian berawal pada hari Kamis (31/12/2020) sekitar pukul 10.30 Wita, korban bersama temannya M. Hazazi, melakukan  cekin di loket pintu masuk pendakian Gunung Rinjani, Jebak Gawah, Desa Senaru,  Kecamatan Bayan.

Setelah cekin sekitar pukul 11.00 Wita mereka lakukan pendakian, sekitar pukul 18.00 Wita mereka tiba di Pos Cemara lima. Selanjutnya pada hari Jumat (1/2/2021) sekitar pukul 10.00 Wita, mereka melanjutkan perjalanan dan tiba di Pelawangan Senaru sekitar pukul 11.30 Wita, kemudian turun menuju Danau Segara Anak menggunakan jalur lama.

Setelah itu, kata Kapolsek,  sekitar pukul 13.00 Wit, pada kilometer 7,5 di bawah Pelawangan Senaru, M. Hazazi melihat temannya Fuad  terpeleset dan jatuh ke tebing. Saat itu jarak M. Hazazi dan Korban sekitar 10 meter sehingga dia tidak dapat menyelamatkan temannya, terlebih lagi jarak pandang hanya 10 meter akibat kabut tipis yang menyelimuti mereka. Cuaca pada saat itu kabut ringan jarak pandang sekitar 10 sepuluh meter.

“Melihat temanya terperosok kejurang M. Hazazi kembali ke Pelawangan untuk mencari signal lalu menghubungi petugas TNGR Senaru. Tak lama kemudian enam orang petugas TNGR Senaru datang lalu melakukan pencarian korban,” katanya.

Kapolsek menjelsakan, hari pertama pencarian Sabtu (2/1/2020)  petugas TNGR belum menemukan korban. Kemudian hari kedua Minggu (3/1/2021) petugas TNGR yang dibantu Pihak Kepolsian Polres Lombok Utara kembali melakukan pencarian.

“Di hari kedua pencarian Tim berhasil menemukan korban sekitar pukul 05.00 Wita dalam keadaan tergeletak di sebuah jurang dan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Selanjutnya jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Senaru untuk dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kapolsek menerangkan, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas Puskesmas, di sekitar tubuh korban terdapat luka sobekan di kening dan lebam di panggul, dan sebagian lagi terdapat luka lecet di bagian pinggang, semua luka tersebut diduga kuat akibat terjatuh dalam jurang.

“Merunut cerita saksi dan berdasarkan luka yang terdapat di sekujur tubuh korban, murni meninggalnya akibat kecelakaan, terlebih lagi dia jatuh ke jurang dengan kedalaman 100 meter,” terangnya.

Setelah dari Puskesmas Senaru, tambah Kapolsek, selanjutnya jasad korban langsung dibawa oleh perwakilan pihak keluarga ke Rumah Sakit Kota Mataram untuk mengurus proses pemulangan jenazah ke daerah asalnya.

“Keluarga sudah ikhlas menerima kematian korban dan menganggap itu sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi,” tutup Kapolsek. (WR-02)