Dinas Perindag Kabupaten Bima Sosialisasi Perizinan IKM

1300

BIMA, Warta NTB – Dalam rangka meningkatkan pemahaman para pelaku industri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bima menggelar Sosialisasi Perizinan Industri Kecil Menengah (IKM) dan aneka. Sosialisasi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Perindag H. Muhammad Qurban, SH, Selasa (25/6/2019) di Aula Kantor Camat Bolo.

Kabid Perindustrian Dinas Perindag kabupaten Bima Juraidin, ST. M.Si mengatakan, sosialisasi diikuti masing-masing 20 orang peserta dari Kecamatan Bolo dan 20 orang peserta dari Kecamatan Madapangga, sehingga total peserta berjumlah 40 orang.

Pada sosialisasi tersebut Juraidin memaparkan program kerja dan fasilitasi bantuan yang diberikan oleh instansi tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Dinas Perindag telah menyalurkan hibah bantuan mesin peralatan, pelatihan bagi IKM dan percepatan pencapaian konsumsi garam beryodium.

Dukungan lainnya lanjut Juraidin adalah fasilitasi bagi IKM untuk mendapatkan sertifikat merk, halal, PIRT dan SNI , promosi dan pengembangan Dekranasda, pembinaaan dan pengemangan Seksi Industri Kimia, Agro, dan Hasil Hutan ( IKAHH) dan Bidang Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka (ILMEA).

Sosialisasi ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman pelaku IKM berkaitan dengan perizinan, juga meningkatkan kesadaran masyarakat berkaitan ketaatan terhadap peraturan dan legalitas usaha. Sebab izin usaha yang dimiliki bermanfaat sebagai sarana perlindungan usaha.

Izin juga penting sebagai penunjang perkembangan usaha, mendapatkan bantuan dan kredit dari lembaga pembiayaan serta sebagai sarana promosi dan meningkatkan kredibilitas usaha dan membangun kepercayaan publik,” jelas Juraidin.

Selain dari Dinas Perindag selama satu hari penuh para peserta juga dibekali materi dari Kabid Pelayanan Perizinan Dinas Penanaman modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang memaparkan materi tentang sistem perizinan berusaha secara online (online single submision).

“Penyajian materi ini penting mengingat saat ini terdapat 72 izin yg ditangani oleh DPMPTSP,” ungkap Juraidin.

Narasumber lainnya adalah Camat Bolo Dra. Mardiana yang memaparkan materi prosedur perizinan yang menjadi kewenangan camat. “Kewenangan ini mencakup usaha mikro dengan modal usaha kurang dari Rp 50 juta dan omset kurang dari Rp 300 juta per tahun,” urainya. (WR)