Dihantam Banjir, Jembatan Penghubung di Desa Tangga Hampir Putus

1871

Bima, wartantb.com – Jembatan penghubung yang berada persis di depan SMPN 1 Monta di wilayah Desa Tangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima hampir saja terputus diterjang banjir erosi gunung, Minggu (26/3/2017).

Peristiwa banjir gunung mulai menerjang pemukiman warga setelah wilayah Kecamatan Monta dan sekitarnya diguyur hujan deras sejak pukul 12.00 Wita pada Minggu siang hingga sore hari.

Luapan air yang tak terbendung dari pegunungan yang berada di sebelah barat Desa Tangga, Kecamatan Monta mulai merangsek dan menghantam pemukiman warga sekitar pukul 14.00 Wita, akibatnya 1 rumah warga di lingkungan RT 02 amblas rata dengan tanah dan 2 rumah di lingkungan RT.03 rusak parah, dindingnya jebol dan runtuh.

Menurut, Ruslan salah satu warga Desa Tangga, Kecamatan Monta, terjangan banjir gunung tidak hanya menggenangi dan merusak pemukiman warga, namun juga menyebabkan salah satu jembatan penghubung di Desa Tangga hapir putus.

“Akibat terjangan banjir gunung, jembatan di depan SMPN 1 Monta hampir putus dan keadaanya sekarang sangat memprihatinkan. Aspal yang berada di badan jembatan sudah terkikis dan terkelupas,” katanya.

Melihat keadaan itu warga yang berada disekitar jembatan memberikan peringatan kepada pengguna jalan dan menutup sebagian badan jembatan yang mengalami kerusakan cukup parah, sehingga pengguna jalan hanya bisa melewati satu jalur.

“Warga terpaksa menutup sebagian jembatan dengan kayu untuk memperingatkan pengguna jalan agar berhati-hati karena jembatan sudah terlihat ada tanda-tanda kerusakan dengan aspal yang menganga di atas badan jembatan,” kata dia.

Ruslan menambahkan, jembatan ini adalah salah satu jembatan penghubung antara desa dan kecamatan di wilayah Kecamatan Monta. Jika jembatan ini putus, maka akses transportasi dengan desa dan kecamatan yang berada di sebelah selatan seperti Kecamatan Parado dan Langgudu akan terganggu.

“Jembatan ini adalah salah satu penghubung antara desa dan kecamatan, jika putus tidak ada jalan aternatif lain kecuali memutar di Langgudu,” tambahnya.

Pantau wartantb.com di lokasi pada Minggu malam, setelah air surut sejumlah pengguna jalan hanya bisa melewati satu jalur di badan jembatan. Akibat terjangan banjir sejumlah aspal di badan jembatan juga terlihat retak dan terkelupas. (WR)