Diduga Putus Cinta, Remaja Perempuan di Bolo Akhiri Hidup dengan Minum Racun

2196
Ilustrasi

BIMA, Warta NTB – Seorang remaja perempauan berinisial WM (18) warga Desa Tambe, Kecamatan Bolo Kabupaten Bima harus meregang nyawa setelah meminum racun serangga jenis Dupont Lannate di rumahnya, sekitar pukul 16.40 wita, Sabtu (14/9/2019).

Aksi bunuh diri pertama kali diketahui oleh Anita yang mendengar suara teriakan korban dari dalam kamar di rumahnya. Anita yang mendengar teriakan tersebut langsung lari kedalam rumah dan melihat kondisi korban dalam keadaan mulut berbusa. Ia kemudian berteriak meminta tolong kepada warga lain.

Wargapun berdatangan dan membawa korban ke Puskesmas Bolo untuk mendapatkan pertolongan pertama, namun nyawa korban tidak dapat tertolong. Ia meninggal di Puskesmas Bolo. Oleh keluarga jenazah korban dibawa ke rumah duka menggunakan mobil ambulan Puskesmas Bolo.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Purnama S.IK mengatakan, pasca kejadian anggota piket SPKT Regu II Polsek Bolo yang dipimpin BRIPKA Suhendra langsung mengecek TKP dan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.

“Terkait kejadian itu, pihak keluarga tidak akan menuntut secara hukum dan akan membuat surat pernyataan tidak akan diautopsi atau melaporkan secara hukum karena mereka mengikhlaskan peristiwa itu murni bunuh diri,” ujarnya.

Barang bukti yang diamankan polisi dari kamar korban.

Adapun beberapa barang bukti yang diamankan polisi dalam kasus bunuh diri tersebut antara lain, 1 buah HP samsung J2, 1 buah gelas alumnium, 1 bungkus obat Dupont Lannate sisa minum korban dan baju saster warna putih belang hitam yang dikenakan korban.

Purnama mejelaskan, korban bunuh diri diduga akibat depresi karena sudah dua kali mengikuti tes perguruan tinggi, tetapi tidak pernah lolos dan selalu dimarahi ibunya.

“Selain itu korban diduga bunuh diri karena putus cinta dengan kekasihnya karna dalam bukti percakapan WhatsApp korban sempat berpamit kepada kekasihnya,” ungkap Purnama.

Purnama menambahkan, beberapa waktu terakhir marak aksi bunuh diri yang terjadi dengan berbagai persoalan dan permasalahan yang beragam. Oleh karenanya, Ia mengimbau agar dalam menghadapi setiap persoalan kita tetap tabah menjalaninya dan jangan pernah mengambil jalan pintas.

“Kita jangan pernah mengambil jalan pintas karena kita masih memiliki tuhan dan agama yang dapat dijadikan sandaran untuk menyelesaikan setiap masalah dan persoalan hidup. Mari kita terus mengisi sisa hidup ini dengan terus berbuat baik,” imbaunya. (WR)