Diduga Kontak Erat Dengan Pasien Covid-19, Puluhan Nakes PKM Parado Jalani Swab Test

354
Sejumlah tenaga kesehatan Puskesmas Parado menjalani Swab Test di Puskesmas setempat, Selasa (2/2/2021).

BIMA, Warta NTB – Sejumlah tenaga kesehatan Puskesmas Parado, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima menjalani Uji Swab massal di Puseksmas setempat, Selasa (2/2/2021). Swab ini dilakukan setelah 7 orang tenaga kesehatan Puskesmas Parado dinyatakan positif Covid-19 yang secara resmi dirilis Pemerintah Provinsi NTB pada tanggal 31 Januari 2021 lalu.

Kepala Puskesmas Parado H. Abdul Salam, S.Kep yang dihubungi wartantb.com membenarkan hal tersebut. Pihaknya menjalani uji swab setelah 7 orang tenaga kesehatan dinyatakan positif corona.

“Iya, hari ini kami menjalani uji swab massal di Puseksmas Parado” katanya, Selasa (2/2/2021).

Abdul Salam menjelaskan, setelah 7 orang Nakes dinyatakan positif, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Bima langsung memerintahkan agar seluruh Nakes di Puskesmas Parado menjalani Uji Swab.

“Yang menjalani uji swab hari ini sebanyak 52 orang  dan yang menjalani swab kemarin sebanyak 10 orang dan tujuh orang dinyatakan positif, tiga orang negatif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Abdul Salam menuturkan, dalam kegiatan uji swab di Puskesmas Parado didatangkan pihak medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sondosia Bima.

“Tim yang melakukan Swab didatangkan dari RSUD Sondosia, kami menjalani Swab mulai pukul 11.00 Wita – 14.00 Wita. Hari ini belum tahu hasilnya tunggu 6 hari lagi akan keluar hasilnya,” ujarnya.

Terkait adanya tenaga kesehatan yang dinyatakan positif Covid-19, Abdul Salam mengatakan pelayanan Puskesmas Parado tidak tertutup kemungkinan akan ditutup untuk sementara.

“Kita belum tahu hasil Swab untuk 52 orang Nakes tadi, kalau positif banyak, kemungkinan kita akan tutup pelayanannya. Bagi pasien yang berobat akan dialihkan ke Puskesmas terdekat,” terangnya.

Kepala PKM Parado mengungkapkan, terkait adanya 7 orang tenaga kesehatan Puskesmas Parado yang dinyatakan positif diduga kontak erat dan bersentuhan langsung dengan salah satu pasien berinisial HS seorang perempuan asal Desa Rato, Kecamatan Parado.

“Pasien ini awalnya dirujuk oleh kita ke Rumah Sakit karena menderita penyakit kanker. Hasil Rapid Tes (RDT) awal negatif kemudian dilakukan Uji Swab, pasien ini dinyatakan positif, tapi dia tidak mau diisolasi di rumah sakit. Oleh keluarga minta pulang paksa di rumah,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, karena pasien tidak mau berobat dan diisolasi kemudian dilakukan kunjungan rumah oleh petugas Nakes untuk melihat kondisi pasien yang harus dilaporkan. Saat kunjungan rumah, tenaga kesehatan kontak erat dengan pasien dan setelah uji swab 7 Nakes tersebut dinyatakan positif.

Untuk itu, Abdul Salam berharap agar Ibu HS mau berobat dan diswab agar tidak menularkan kepada orang lain karena memang dalam kasus ini pasien tidak menujukan gejala seperti batuk, sesak nafas dan lain-lain.

“Harapan saya sebagai Kepala Puskesmas Parado, Ibu HS ini mau mengikuti protokol kesehatan dengan berobat dan isolasi kalau tetap di rumah tanpa protokol kesehatan tidak tertutup kemungkinan akan menularkan kepada orang lain karena terbukti 7 Nakes yang kontak erat dengannya setelah uji swab langsung dinyatakan positif,” katanya.

Abdul Salam juga menyayangkan adanya isu yang berhembus di tengah masyarakat Parado yang menyebutkan bahwa Puskesmas Parado mencovidkan orang, sementara realita yang terjadi adalah semua tahap telah dilakukan sesuai standar kesehatan termasuk rapid test dan uji swab pada pasien HS dan tenaga kesehatan yang telah dinyatakan positif.

“Uji hasil Swab itu bukan kami yang buat-buat, tetapi telah dilakukan uji laboratorium dan hasil swab terhadap 7 Nakes yang dinyatakan positif yang kontak erat dengan Ibu HS resmi dikeluarkan Pemerintah Provinsi NTB melalui press rilis Covid tanggal 31 Januari 2021. Jadi kalau ada isu seperti itu sangat kami sayangkan, bahkan tenaga kesehatan kami yang jadi korban terpapar Covid-19,” tutupnya. (WR-Budi)