Diduga Berbuat Cabul, Pelajar Kelas 1 SMA Hampir Diamuk Massa

1719

Bima, wartantb.com – Tindakan asusila kembali terjadi, kali ini menimpa IS (11) tahun pelajar kelas 6 Sekolah Dasar asal Desa Tangga Baru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima.

Peristiwa yang menimpa siswi Kelas 6 SD Mis Tangga Baru itu terjadi sekitar pukul 07.30 Witta, Sabtu (6/5/2017) pagi di sekitar kebun kelapa So Tando Rasa, Desa Tangga Baru saat korban menuju kediaman neneknya yang tinggal di kebun yang tidak jauh dari kediaman korban.

Rupanya saat korban menuju kediaman neneknya sudah ditunggu oleh tersangka MK (16) yang kemudian menyekap dan memaksa korban agar menanggalkan pakaiannya. Namun saat melancarkan aksi, ulah korban dipergoki oleh salah seorang warga yang kebetulan melintas di sekitar areal kebun.

Setelah ulahnya diketahui oleh warga, pelaku yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA itu kemudian melarikan diri. Keberadaan tersangka diketahui setelah salah seorang kerabat melarikan tersangka ke Puskesmas Monta setelah dianiya kakak kandungnya akibat diketahui berbuat cabul.

Warga dan keluarga korban yang mengetahui keberadaan tersangka sekitar pukul 20.00 Witta, Sabtu malam langsung mendatangi Puskesmas Monta di Desa Tangga, Kecamatan Monta.

Belasan orang yang membawa senjata tajam ini mengamuk dan ingin menganiya korban, tapi untung aksi yang dilakukan oleh belasan orang itu dapat dikendalikan oleh 2 orang Satpam yang sedang piket di Puskesmas Monta.

Ketegangan pun berakhir setelah pihak kepolisian Sektor Monta tiba di lokasi dan berhasil mengamkan tersangka ke Mapolres Bima untuk menjalani pemeriksaan.

Menurut keterangan Basaruddin paman korban yang ditemui di Puskesmas Monta Sabtu malam, rupanya tersangka sengaja menunggu korban yang tiap pagi ke rumah neneknya. korban langsung disekap dan dipaksa untuk menanggalkan pakaiannya. Namun aksi pemerkosaan itu sempat dipergoki salah seorang warga.

“Untungnya Sedo Ncera yang sedang melintas dekat kejadian melihat ulah pelaku dan langsung mengejarnya dan menceritakan kejadian itu kepada istri saya yang kemudian diteruskan ke saya melalui telpon karena saya berada di tente,” ujarnya.

Dari cerita itu, Basaruddin mengabarkan  ke keluarganya yang berada di Desa Tangga. “Kemungkinan di kampung (Tangga Baru) informasinya sudah menyebar sehingga kakak pelaku langsung menyiksa adiknya sehingga harus dirawat di puskesmas,” terangnya.

Basar juga menceritan bahwa kondisi keponakannya saat ini masih dalam keadaan trauma akibat kejadian itu. “Keponaan saya masih belum bisa diajak komunikasi, dia terus-terusan menangis, sehingga ketika ditanya hanya air matanya yang keluar dengan mimik ketakutan.” ungkap dia.

Sementara pihak Kepolisian Sektor Monta yang dimintai keterangan terkait peristiwa ini belum bisa memberikan keterangan secara detail. “Yang penting saat ini tersangka sudah diamankan, sedangkan korban masih belum bisa dimintai keterangan, kami minta kepada keluarga korban untuk menyampaikan laporan awal dulu agar bisa ditindaklanjuti,” ungkap salah satu Polisi yang tidak ingin ditulis namanya. (WR)