Dibakar Cemburu, Pemuda Sumbawa Nekat Habisi Nyawa Pacarnya

1979

MATARAM, Warta NTB – Dua orang pemuda yang terlibat dalam kasus pembunuhan sadis yang terjadi di Kabupaten Sumbawa berhasil diringkus Sat Reskrim Polres Sumbwa, sekitar pukul 14.00 Wita Jumat (13/9/2019) siang. Keduanya diringkus karena terlibat dalam kasus pembunuh seorang remaja perempuan berinisial Olv.

Kasus pembunuhan terungkap setelah sesosok mayat perempuan ditemukan oleh Burhanuddin seorang petani di lahan pertanian Kelapis, Kelurahan Brangbiji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa sekitar pukul 11.00 Wita Jumat pagi. Kondisi mayat ditemukan dalam konsisi tragis karena sudah dalam keadaan gosong.

Penemuan mayat sempat menghebohkan masyarakat Sumbawa, foto-fotonya sempat diunggah Netizen di media sosial sehingga menjadi berbincangan hangat sejak mayat perempuan dalam keadaan gosong itu ditemukan.

Namun gerak cepat Polres Sumbawa dalam mengungkap kasus pembunuhan sadis tersebut perlu diapresiasi karena setelah melakukan olah TKP dan penyelidikan, Tim Opsnal dalam waktu cepat bahkan tiga jam setelah penemuan mayat berhasil mengungkap dan mengamankan dua orang tersangka dalam pembunuhan tersebut.

Kapolda NTB melalui Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Purnama, S.IK mengatakan, setelah melakukan asistensi penanganan kasus dan olah TKP atas penemuan mayat perempuan di lahan Kelapis Kelurahan Brangbiji Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa sekitar pukul 14.00 Wita Tim mengamankan dua orang yang diduga terkait dengan penemuan mayat tersebut.

“Mereka yang diamankan masing-masing berinisial AP 18 pemuda asal Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa dan LH (17) pelajar SMAN 1 Sumbawa berasal dari keluarahan yang sama,” katanya.

Kombes Purnama menjelaskan, motif pembunuhan karena pelaku AP sakit hati dengan korban Olv dikarenakan pelaku mengetahui korban selingkuh dengan orang lain selanjutnya pelaku mengajak korban untuk bertemu di sebuah rumah kosong di Kampung Irian.

“Selanjutnya pelaku dan korban sempat berhubungan badan dan setelah berhubungan badan pelaku dan korban terlibat cek-cok sehingga akhirnya pelaku mencekik korban hingga meninggal dunia,” jelasnya.

Usai mencekik korban, pelaku AP panik kemudian meminta bantuan kepada LH untuk membantu menghilangkan mayat korban selanjutnya pelaku LH membantu pelaku AP dengan cara membeli bensin dan karung bersama-sama dan setelah itu pelaku AP dan LH memasukkan mayat korban ke dalam karung kemudian dibawa menggunakan sepeda motor milik LH di lokasi ditemukan mayat di wilayah Kelapis Kelurahan Brangbiji, Kecamatan Sumbawa.

Setiba di TKP, pelaku AP menurunkan mayat korban dari atas sepeda motor, setelah itu AP membuang mayat korban yang masih dalam karung ke sebuah parit dekat dengan jalan raya. Selanjutnya kedua pelaku menyiramkan karung yang berisi mayat tersebut dengan bensin.

“Saat itu pelaku LH membakar sebuah tutup botol yang ditusuk kayu setelah itu pelaku AP menyulutkan api ke karung yang berisi mayat korban dan setelah terbakar kedua pelaku meninggalkan lokasi,” terangnya.

Purnama mengungkapkan, penangkapan kedua pelaku setelah dilakukan olah TKP dan pra rekontruksi, mencari BB atau alat bukti serta untuk menindak lanjuti kegiatan penyelidikan dan mengetahui apakah ada tindak pidana atau tidak terhadap ditemukannya mayat yang hangus terbakar.

“Alhasil dari olah TKP yang dilakukan, Tim Opsnal berhasil mengamankan pelaku AP dan dari keterangan pelaku ternyata ia dibantu oleh rekannnya LH sehingga Tim Opsnal mencari pelaku LH dan berhasil mengamannya. Kedua terduga pelaku langsung dibawa ke Polres Sumbawa untuk dimintai keterangan,” terangnnya.

Dari kedua pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa, – unag tunai sebesar Rp1,055 juta, 1 unit HP VIVO warna hitam, 1 buah Headset, 1 buah sepeda motor Mio warna merah tanpa plat nomor dan 1 bilah pisau kecil.

Atas kerja cepat Polres Sumbawa mengungkap kasus pembunuhan, Kapolda NTB melalui Kabid Humas menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Sumbawa yang berhasil mengungkap kasus ini dengan cepat.

Kapolda mengimbau, kepada masyarakat atau siapa saja untuk dapat menjaga situasi dan kondisi di Nusa Tenggara Barat khususnya di Sumbawa agar tetap kondusif. Jangan sampai masalah ini dijadikan isu-isu yang dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga akan memperkeruh suasana.

“Dan diimbau agar tidak ikut serta membuat atau menggiring opini ataupun mendistribusikan berita-berita yang negatif sehingga terjadi misinformasi yang dapat mendorong adanya provokasi yang dapat menimbulkan gangguan keamanan,” imbaunya. (WR)