Di KSB, Pangdam IX/Udayana Imbau Jaga Kebhinekaan

981

Taliwang, Warta NTB – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto S.IP bersama Aster Kasdam dan Asrendam IX/Udayana didampingi Danrem 162/Wb Kolonel Inf H. Farid Makruf M.A bersama Dandim dan Kasi Korem 162/WB melaksanakan kunjungan sekaligus bersilaturrahmi dengan pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Kehadiran Pangdam dan rombongan Rabu (21/3/2018) disambut dengan makan siang bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan ASN Pemerintah Daerah KSB. Sebelumnya, Pangdam dan rombongan melaksanakan Sholat Dzuhur bersama di Masjid Darussalam.

Dihadapan awak media, Pangdam IX/Udayana mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebhinekaan karena sejarah mencatat bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke diraih atas pengorbanan para pendahulu dengan susah payah.

“Jangan merusak Kebhinekaan yang sudah terbina dengan sikap atau tindakan yang  merusak nilai-nilai Kebhinekaan yang suda ada,” kata Pangdam.



Lebih lanjut Pangdam mengatakan, untuk diketahui di tengah perkembangan jaman dewasa ini, banyak sekali pengaruh yang dibawa, baik pengaruh positif maupun negatif. Namun yang perlu menjadi perhatian bersama adalah dampak negatif terhadap masyarakat seperti munculnya ideologi lain selain pancasila, penyalagunaan Narkoba dan tindakan illegal logging yang mengakibatkan minimnya mata air dan bencana alam.

“Kaitan dengan itu semua stakeholder harus melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya dengan tetap bersinergi dalam memberantas semua tindak kejahatan seperti Narkoba maupun Illegal Logging dan lainnya,” tegasnya.

Orang nomor satu di jajaran Kodam IX/Udayana ini menyampaikan rencana peresmian Kodim baru di Kabupaten Sumbawa Barat.

“Rencana peresmiannya akan dilaksanakan bersamaan dengan penutupan TMMD pada bulan April mendatang,” ungkap Benny.



Selain itu, Benny menjelaskan, tahun ini merupakan tahun politik yakni akan ada Pilkada serentak di Indonesia, sikap TNI sudah jelas harus Netral. Di wilayah Provinsi NTB sendiri akan menggelar Pilkada Gubernur dan tiga Kabupaten/Kota.

“Masyarakat KSB harus pandai memilih pemimpin, jangan mau digiring pada permainan politik kotor seperti politk uang, penyebaran isu-isu Sara yang akan mencoreng nilai-nilai demokrasi,” harap Benny.

Pangdam juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan hak pilih sesuai dengan azas pemilu dengan harapan pemimpin yang baru nanti mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

“Siapapun yang menang dan terpilih agar didukung karena mereka telah dipilih secara langsung serta sah secara konstitusional,” pungkasnya. (WR-02)