Delapan Bulan Depresi, Tukang Bengkel Pilih Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri

1551
Foto ilustrasi gantung diri (tribunnews)

SUMBAWA, Warta NTB – Warga Dusun Labuan Jontal, Desa Teluk Santong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa digegerkan dengan kasus gantung diri, Jumat (4/12/2020) sekitar pukul 06.30 Wita pagi. Korban adalah Sarifuddin (40) seorang tukang bengkel di desa setempat.

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh istri korban Rosnawati (33) saat bangun tidur di pagi. Rosnawati kaget saat pergi ke dapur melihat suaminya sudah dalam keadan tak bernyawa dengan posisi menggantung dengan seutas tali nilon berwarna biru yang mejerat lehernya.

Melihat kejadian itu seketika istri korban langsung teriak histeris memanggil para tetangga. Mendengar terikan histeris istri korban, para tengga pun berdatangan sehingga mayat korban diturunkan oleh adik korban dalam keadaan tak bernyawa.

Kapolsek Plampang AKP Abdul Sani mengatakan, berdasarkan pengakuan istri korban bahwa korban sudah delapan bulan mengalami depresi dan kemungkinan akibat depresi itu korban memilih gantung diri.

“Istri korban mengungkapkan bahwa korban sudah delapan bulan mengalami depresi,” katanya.

Dijelaskan Kapolsek, berdasarkan hasil visum et repertum Tim Medis Puskesmas Plampang diungkapkan selain luka lecet bekas tali di lehernya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang dapat memungkinkan adanya penyebab lain dari meninggalnya korban.

“Sehingga disimpulkan oleh Tim Medis bahawa korban meninggal dunia disebabkan karena gantung diri,” jelasnya.

Kapolsek menuturtkan, atas kejadian itu keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan ikhlas menerima musibah itu sebagai takdir.

“Keluarga korban menolak otopsi sehingga oleh keluarga dipersiapkan untuk dalakukan pemakaman,” ujar Kapolsek.

Kejadian bunuh diri ini tentu saja membuat warga setempat gempar sehingga kediaman korban ramai didatangi warga dan keluarga yang melayat. (WR-02)