Danrem 162/WB Terjun Langsung Bantu Evakuasi Korban Tanah Longsor Akibat Gempa

439
Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos SH M.Han bersama tim gabungan TNI-Polri, Tim SAR, BPBD dan Basarnas melakukan evakuasi korban tanah longsor akibat gempa.

TANJUNG, Warta NTB – Proses pencarian dan evakuasi terhadap korban tanah longsor akibat gempa bumi di obyek wisata air terjuan Tiu Kelep, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara terus dilakukan.

Gempa bumi dengan kekuatan 5,8 Skala Richter yang mengguncang Pulau Lombok, Minggu, (17/3/2019) siang kemarin menyebabkan sejumlah infrastruktur rusak dan puluhan wisatawan yang berkunjung ke air terjuan Tiu Kelep, Desa Senaru dilaporkan hilang diduga tertimbun tanah longsor akibat gempa.

Usai gempa kemarin pencarian terhadap para korban terus dilakukan oleh tim gabungan TNI-Polri, BPBD dan Tim SAR. Bahkan pagi tadi Senin, (18/3/2019) Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos SH M.Han bersama anggota terjun langsung ke lokasi untuk mencari para korban.

“Berdasarkan data yang sudah ada, ada tiga korban meninggal yang sudah ditemukan dan dievakuasi yakni Tommy (14) asal Desa Senaru, Tai Sieu Kim (56) dan Ling Sai Wah wisatawan asal Malaysia,” kata Danrem.

Sedangkan yang sudah berhasil diselamatkan, sambung Danrem, sekitar 24 orang terdiri dari 17 warga negara asing (WNA) dan warga negara indonesia (WNI). Mereka sudah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit maupun di Puskesmas.

“Untuk korban luka-luka baik luka ringan maupun berat hingga saat ini masih dilakukan pendataan karena masih tersebar di Rumah Sakit maupun Puskesmas terdekat,” terangnya.

Menurut Alumni Akmil 1993 tersebut, pihaknya sudah dikerahkan dari pasca gempa terutama para Babinsa yang ada di Koramil terdekat. Mereka langsung bergerak melakukan pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban hingga malam kemarin.

“Sejumlah pasukan sudah kita kerahkan untuk membantu pecarian dan evakuasi korban baik dari Kodim, Yonif 742/SWY, Yonzipur 9/K, petugas kesehatan dari Rumah Sakit Denkesyah Mataram beserta ambulance dan satuan Dinas Jawatan untuk terjun langsung ke lokasi,” ungkapnya.

Selain itu, Danrem juga menyampaikan untuk rumah yang rusak akibat gempa juga menjadi prioritas untuk segera dilakukan pendataan ulang secepatnya sehingga mempercepat proses rehab rekon bagi para korban.

“Mereka juga harus segera kita pikirkan untuk memperoleh rumah mengingat sekarang ini sudah musim hujan,” pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak TNI, Polri, BPBD dan SAR masih terus melakukan upaya pencarian dan penyelamatan terhadap korban gempa terutama di lokasi tanah longsor di Desa Senaru Kecamatan Bayan dan Kecamatan Sembalun Lombok Timur, serta terus melakukan pendataan terhadap rumah rusak akibat gempa. (WR)