Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Kodim 1620/Loteng Gelar P4GN

611

Praya, Warta NTB – Sebagai langkah mengantisipasi masuknya Narkoba di tubuh TNI, Kodim 1620/Loteng menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dengan menghadirkan penyuluh narkoba dari BNN Provinsi NTB di Makodim 1620/Loteng, Senin (7/5/2018).

Dalam sambutanya Kasdim 1620/Loteng Mayor Inf Mustawan secara tegas melarang anggotanya menggunakan Narkoba karena hukumannya sangat berat.

“Personel TNI AD khususnya Kodim Loteng jangan ada yang memiliki, menyimpan atau menggunakan barang haram tersebut, apalagi sampai mengedarkan mengingat sanksinya sangat jelas dan tegas yakni pemberhentian dengan tidak hormat atau pemecatan,” kata Mustiawan.

Sementara penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNN Provinsi NTB, Adi Setyo Prabowo S.Spsi dihadapan ratusan anggota Kodim 1620/Loteng menyampaikan, di tahun 2016 Presiden RI telah mencanangkan Indonesia darurat narkoba karena hingga saat ini terdapat 72 jaringan internasional yang sudah masuk ke Indonesia untuk memasok Narkoba dengan berbagai jenis.

Dijelaskan, pengguna Narkoba bukan hanya dari kalangan Remaja dan orang tua, namun sudah menyasar anak-anak dengan berbagai bentuk dan rupa, dan ini sudah sangat mengkhawatirkan.



“Hasil penelitian BNN Provinsi NTB bahwa saat ini di NTB pengguna sudah mencapai 55 ribu orang dan kemungkinan kedepan akan terus bertambah,” ujar Adi.

Menurutnya, permasalahan Narkoba merupakan kejahatan lintas sektoral, oleh karena itu sambungnya, pihak BNN bekerja sama dengan instansi terkait termasuk TNI dalam memerangi Narkoba dengan memberikan jabatan strategis dilingkungan BNN. Dampak Narkoba sangat masiv terhadap kesehatan psikologis bagi siapa saja yang mengkonsumsinya.

Terkait dengan wewenang penangkapan terhadap para pelaku, Adi menegaskan siapa saja berhak untuk menangkap pelaku jika mendapatkan kasus penyalahgunaan Narkoba, setelah itu segera laporkan ke aparat terkait seperti BNN maupun Kepolisian terdekat.

“Mari kita jaga NKRI ini dari peredaran Narkoba mulai dari keluarga, lingkungan tempoat tinggal hingga tempat kerja dan lebih luas lagi secara bersama-sama untuk memberantasnya dengan menyatakan perang terhadap Narkoba,” pungkasnya. (WR)