Bupati Lobar: Kerusakan Terparah Akibat Gempa Terdapat di Empat Kecamatan

1174

Giri Menang, Warta NTB – Untuk kedua kalinya gempa dengan skala besar mengguncang kawasan Pulau Lombok. Sebelumnya gempa dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) terjadi pada hari Minggu (29/7/2018). Gempa kedua kembali terjadi pada Minggu (5/8/2018) malam dengan kekuatan yang lebih besar yaitu 7,0 SR berpusat di kawasan Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Guncangannya tidak hanya terjadi di wilayah KLU, namun hampir seluruh Pulau Lombok, Sumbawa, bahkan Pulau Bali.

Di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), gempa kedua menguncang hampir 10 kecamatan. Namun yang terparah terjadi di empat kecamatan yakni Kecamatan Gunung Sari, Batu Layar, Lingsar dan Narmada.

Jika di kalkulasikan, jumlah korban gempa di Lobar yang rumahnya hancur berantakan mencapai ribuan kepala keluarga (KK). Sampai saat ini, setidaknya menurut laporan seluruh Puskesmas, ada sekitar 16 orang meninggal dunia.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid saat memantau langsung lokasi gempa dan sejumlah titik pengungsian, Senin (6/8/2018).

“Untuk korban meninggal akibat gempa di Lobar mencapai 16 orang,” tuturnya.

Jumlah tersebut mengalami penambahan sekitar tujuh orang dari data awal sebanyak 9 orang korban yang meninggal dunia. Korban meninggal terbanyak di Lobar adalah di kawasan Gunung Sari yang merupakan titik terparah terjadinya gempa di kawasan Lobar.

Untuk menangani dan mengatasi permasalahan korban gempa, Bupati Lobar pada Senin (6/8/2028) pagi, langsung menggelar rapat darurat dengan mengumpulkan seluruh Kepala SKPD yang ada. Bupati Lobar langsung membentuk tim penanganan gempa untuk membantu masyarakat yang menjadi korban gempa di empat kecamatan.

“Tim yang kita bentuk ini sebenarnya konsen di empat kecamatan, tapi tidak melupakan kecamatan yang lain. Jadi Camat di enam kecamatan tetap koordinasi dengan semua Kepala Desa. Saat ini kita lagi koordinasi sama provinsi termasuk pak Gubernur supaya Dana Desa (DD) bisa dipakai untuk darurat (membantu korban gempa) ini,” sambungnya.

Sementara itu, H. Ahmad Zainuri anggota DPRD Lobar mengungkapkan, dari pantauan guncangan gempa telah merobohkan ratusan rumah warga. Beberapa titik terparah terjadi di empat kecamatan yaitu di Desa Selat Kecamatan Narmada, dimana gempa hampir meratakan ratusan rumah warga dengan tanah. Syukurnya tak ada korban jiwa di wilayah itu, namun informasi yang diperoleh ratusan warga terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka.

“Ratusan korban yang luka kita bawa ke rumah sakit, baik di Rumah Sakit Narmada maupun di RS Kota Mataram,” kata H. Ahmad Zainuri dihadapan Bupati Lobar.

Mereka mengungsi mencari tempat aman untuk berteduh dan beristirahat. Mereka memenuhi area kosong dengan berkelompok dan membuat tenda seadanya. Keadaan mereka sangat memprihatinkan.

Usai memantau korban gempa di Desa Selat Kecamatan Narmada, Bupati melanjutkan pemantauan ke Desa Dopang, Desa Guntur Macan, dan Desa Taman Sari Kecamatan Gunungsari. Terakhir pemantauan dilanjutkan di Desa Sandik Kecamatan Batu Layar.

Sama dengan di Desa Selat, ratusan rumah warga juga menjadi korban. Bahkan beberapa masjid, mushalla, pura, dan sekolah turut mengalami kerusakan yang cukup parah. Selain itu, ratusan KK terpaksa mengungsi mencari tempat yang aman, baik di lapangan, halaman sekolah, persawahan, hingga di perbukitan untuk menghindari terjadinya gempa susulan. (WR)