Buka Rakor FKDM, Walikota Bima Ingatkan Pentingnya Kebersamaan

358
Rapat Koordinasi Penguatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat yang digelar di Aula FKUB Kota Bima, Rabu, (31/7/2019).

KOTA BIMA, Warta NTB – Kebersamaan seluruh elemen masyarakat, khususnya Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bima sangat diperlukan dalam menjaga kondusifitas daerah Kota Bima, terutama memberikan pencerahan kepada masyarakat untuk mendeteksi dini potensi kerawanan gesekan sosial yang terjadi dalam masyarakat.

Hal itulah yang ditekankan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE saat memberikan sambutan pada acara Rapat Koordinasi Penguatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat yang digelar di Aula FKUB Kota Bima, Rabu, (31/7/2019).

Walikota mengatakan, timbulnya kerawanan yang menyebabkan adanya gesekan sosial di masyarakat bukan karena kurangnya toleransi masyarakat akan keagamaan dan nilai-nilai yang dibangun secara individu, tetapi hal tersebut terjadi karena letupan emosional yang terjadi secara spontanitas, sehingga memicu terjadinya suatu konflik.

“Misal adanya gesekan sosial antar kelompok atau golongan di dunia maya, hal ini bisa saja diimplementasikan dalam dunia nyata. Peran FKDM, tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat diperlukan untuk mengkounter dan memberikan pencerahan kepada masyarakat,” kata Walikota

Walikota meyakini potensi konflik akibat SARA di Kota Bima selama ini jarang terjadi, karena menurutnya, orang Bima memiliki rasa kekeluargaan dan spirit kebersamaan yang kuat.

“Orang Bima sangat moderat, kalau sampai jadi radikal saya tidak percaya. Walaupun berasal dari suku dan agama yang berbeda mereka hidup saling berdampingan dan merasa seperti keluarga sendiri,” imbuhnya.

Namun demikian, menurut Walikota ada satu hal yang perlu diantisipasi oleh kita, yakni adanya kelompok radikal yang merasa terpinggirkan. “Kalaupun ada radikalisasi, itu sifatnya sementara, saya yakin mereka ini tidak akan bertahan lama, karena mereka tidak memiliki akar sejarah dan ideologi yang kuat di daerah Bima,” ujar Walikota.

Oleh karena itu, FKDM diharapkan mampu menginventarisir berbagai potensi gangguan dan ancaman yang dapat muncul di tengah-tengah masyarakat agar dapat ditanggulangi dan diminimalisir sedini mungkin.

Ketua Panitia H. Abdul Haris, SH mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah mendorong pemahaman, peran, tugas dan fungsi serta tanggungjawab Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Kota Bima sebagai mitra kerja pemerintah daerah yang memberikan masukan kepada kepala daerah tentang persoalan-persoalan sosial yang mengancam terjadinya konflik sosial.

Peserta yang hadir sebanyak 50 orang meliputi unsur perangkat daerah terkait, camat, FKUB, Toga, Toma, Paguyuban Etnis, serta pengurus Ormas di Kota Bima.

Pada acara tersebut, juga dilakukan pemaparan hasil kunjungan studi banding FKDM di Kota Solo dan Kabupaten Lombok Barat terkait tugas, peran dan fungsi FKDM oleh Ketua FKDM Kota Bima Gufran, SH, CIL.

Hadir pada kegiatan tersebut, Staf Ahli Walikota Bidang Kesos, SDM, dan Kemasyarakatan, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesos, Perwakilan Kodim 1608/Bima yang diwakili Pasi Intel Kapten Inf. Seninot Sribakti serta Pimpinan Perangkat Daerah terkait. (WR-Jul)