Brigadir Agus Salim Beri Bantuan Pada Nenek Penderita Kanker Wajah di Lombok Tengah

720

PRAYA, Warta NTB – Selaku Koordinator Yayasan Endri Foundation Lombok Timur (EF Lotim) Brigadir Agus Salim tidak hanya memiliki perhatian terhadap warga di wilayahnya, kali ini ia mengunjungi seorang nenek penderita kanker wajah di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

Dengan menempuh perjalanan selama dua jam lebih, Brigadir Agus Salim mengunjungi rumah Inaq Zaitun (61) yang tinggal di Dusun Lendang Gendis, Kelurahan Gerunung, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam kunjungannya, Senin (21/10/2019) selain mengecek kondisi terkini Inaq Zaitun, Brigadir Agus Salim juga membawakan bantuan dari donatur dan sumbangan pribadi untuk membantu meringankan beban keluarga Inaq Zaitun.

Inaq Zaitun menderita kanker wajah sejak 2011 lalu dan pernah dirawat di RSUD Praya dan RSUP Mataram, namun diminta dirujuk ke RS Sanglah Bali, tetapi karena keterbatasan biaya hingga ia tidak bisa melanjutkan pengobatan ke RS Sanglah Bali.

“Setelah mendapat khabar dari teman-teman EF Loteng saya berusaha mengumpulkan dana untuk membantu meringankan beban Inaq Zaitun bersama keluarga baik dari pribadi maupun donatur,” kata Brigadir Agus Salim yang didapingi Baiq Nuri salah satu relawan Yayasan Endri Foundation Loteng.

Brigadir Agus menjelaskan, Inaq Zaitun tinggal bersama suami yang pekerjaan sehari-hari sebagai petani dan memiliki anak 6 orang. Sejak sakit pernah dibantuan tetangga dan Dinas Sosial Lombok Tengah.

“Selain itu menurut pengakuan anaknya, Inaq Zaitun pernah mendapatkan tawaran untuk dirujuk ke RSUP Sanglah Bali, tetapi lagi-lagi terkendala biaya untuk kebutuhan makan dan minum keluarga selama perawatan sehingga tawaran tersebut diurungkan,” terang Brigadir Agus.

Anggota polisi yang bertugas di Polres Lombok Timur ini menambahkan, hingga saat ini Inaq Zaitun belum bisa berobat secara maksimal karena terkendala biaya. Apalagi beberapa waktu yang lalu dari infomrasi dokter yang menanganinya mengatakan apabila tidak segera dilakukan operasi, maka seluruh wajah Inaq Zaitun akan habis dan untuk makan akan dipasang selang melalui perut.

“Hal itulah yang membuatnya takut dan saat ini Inaq Zaitun hanya bisa pasrah dan memohon doa agar ada mukjizat untuk kesembuhannya. Untuk itulah kami terpanggil untuk membantunya, meski harus menempuh perjalanan dua jam lebih tidak menyurutkan semangat kami untuk mengunjunginya. Semoga ada pihak lain yang juga ikut membantu dan ada mukjizat untuk kesembuhan Inaq Zaitun,” harap Brigadir Agus. (WR)