BPD dan Pemdes Pela Gelar Musdes Pembahasan Rancangan RKPDes Tahun 2021

295
Kades Pela Muallimin dan Ketua BPD Edy Suparjan memimpin Musdes pembahasan rancangan RKPDes tahun 2021.

BIMA, Warta NTB – Pemerintah Desa Pela, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menggelar rapat pembahasan rancangan RKPDes Tahun 2021.

Rapat yang digelar di aula kantor desa setempat, Senin (22/2/2021) dihadiri Kepala Desa Muallimin, Sekretaris Desa Hendra Darmawan, S. Pd, Ketua BPD Edy Suparjan, S.Pd M.Pd dan anggota, para kepala dusun, ketua RT/RW dan tokoh masyarakat. Hadir pula pendamping desa pemberdayaan Nurdianzah, S.Pd,  Pendamping lokal desa Abdul Khalik, S.Pd dan pendamping teknik infrastruktur, Sudarmaji, ST.

Kepala Desa Muallimin yang ditemui usai kegiatan di kantornya menjelaskan, Musdes pembahasan rancangan RKPDes sangat penting dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat untuk dituangkan dalam RKPDes Tahun 2021.

“Dalam pembahasan rancangan RKPDes diputuskan program prioritas BLT-DD Covid-19 yang akan dibayarkan selama 12 bulan,  program prioritas kedua yaitu Spal yang sempat tertunda di tahun 2020 akan dilaksanakan di tahun 2021,” katanya.

Selain itu kata Kades dua periode ini, dalam Musdes selain membahas program fisik ada juga program pemberdayaan serta kesehatan seperti penanganan stunting.

“Selain membahas program fisik , juga dibahas program pemberdayaan dan kesehatan terutama untuk ibu dan anak dan mencegah sunting,” ujarnya.

Di tempat yang sama Ketua BPD Edy Suparjan menjelaskan, Musdes pembahasan rancangan RKPDes dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Desa No.13 Tahun 2020.

“Program prioritas Dana Desa Pela tahun 2021 diperuntukkan bagi BLT-DD Covid-19 dan pembentukan panitia satgas penanganan Covid-19 serta Program Spal dan penanganan Stunting,” ujarnya

Disamping itu kata dia, ada beberapa program prioritas yang tertunda di tahun 2020 yang dihapus dalam anggaran tahun 2021 karena anggarannya belum memenuhi.

“Adapun program yang dihapus seperti pengadaan bajaj tiga roda, pengadaan bibit sapi, anggaran karang taruna dan garam yodium,” sebutnya.

Edy Suparjan menambahkan, kalau nanti anggaran dana desa sudah memadai, maka program yang sementara dihapus tersebut bisa diakomodir kembali dan juga ditambahkan beberapa program yang selaras dengan visi dan misi Desa dan pokok pikiran BPD.

“Mudah-mudahan dalam pembahasan rancangan RKPDes ini bisa terlaksana dengan maksimal dan tidak ada lagi halangan seperti di tahun sebelumnya karena Corona sehingga anggaran desa banyak yang terkuras untuk pencegahan dan penanganan Covid-19,” harap Ketua BPD yang juga dosen di STKIP Taman Siswa Bima ini.  (WR-Zal)