BPBD Kabupaten Bima Gelar Simulasi Ruang Darurat Bencana Banjir Integrasi Covid-19

149

BIMA, Warta NTB – Dalam mengantisipasi munculnya ancaman bencana banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima menggelar simulasi ruang darurat bencana banjir integrasi Covid-19 dengan mengangkat tema Bersama Menuju Bima Tangguh Bencana.

Kegiatan tersebut di hadiri kepala BPBD Provinsi NTB, Kasdim 1608 Bima, Kapolres Bima, Kapolres Bima Kota, Pimpinan OPD dan Camat sekabupaten Bima dan instansi vertikal lainnya seperti dukungan ADRA Indonesia di ruang rapat utama Kantor Bupati Bima kamis, (25/11/2021).

Bupati Kabupaten Bima melalui Kalak BPBD Kabupaten Bima M. Chandra Kusuma AP saat membuka kegiatan menyampaikan, simulasi ruang darurat bencana banjir bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan, koordinasi dan komando yang lebih baik bagi pemerintah Kabupaten Bima dalam kesiapsiagaan masyarakat dalam menangani ancaman bencana banjir.

“Simulasi darurat bencana integrasi covid-19 dimaksudkan untuk menguji dan mengevaluasi perencanaan kebijakan prosedur dan mekanisme penanganan darurat bencana serta mengidentifikasi kesenjangan sumber daya manusia,” katanya.

Upaya ini juga untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi organisasi serta memperjelas peran dan tanggung jawab antar institusi untuk melatih personal dalam peran dan tanggung jawab agar meningkatkan pemahaman perorangan atau kelompok masyarakat.

Selain itu lanjut dia, kegiatan ini juga menguji validasi efektivitas pelaksanaan suatu rencana yang digunakan agar peningkatan kemampuan dan keterampilan unsur pimpinan beserta jajarannya dapat berjalan efektif.

Sementara itu Direktur ADRA Indonesia Amiruddin Magatani dalam sambutan secara virtual menyampaikan, kegiatan simulasi ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam menghadapi bencana banjir bandang.

“Melalui simulasi ini kita bisa lebih fokus dan bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing sehingga apa yang menjadi arahan fasilitator bisa dilaksanakan dengan baik,” pungkasnya.

Amiruddin kemukakan, bahwa komunikasi dan koordinasi merupakan aspek yang paling penting agar penanganan bencana banjir di Kabupaten Bima bisa berjalan dengan baik. Tutupnya (RED)