Bersikap Arogan, Tindakan Oknum Pegawai Bandara SMS Bima Disorot

1105
Muchtar, SH Ketua LKSA-LPEPM Bima

BIMA, Warta NTB – Pendampingan rujuk pasien penderita tumor mata yang dilakukan lembaga kesejahteraan sosial anak LKSA-LPEPM Bima mendapat perlakuan buruk dari oknum pegawai Bandara Sultan Muhamad Salahuddin (SMS) Bima.

Peristiwa yang terjadi, Rabu (30/1/2019) berawal saat Tim LKSA-LPEPM Bima mendampingi Adi Saputra usia 6 tahun warga Desa Dore, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima yang telah satu tahun menderita tumor mata dan akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sanglah Denpasar-Bali.

Baca juga:

Ketua LKSA-LPEPM Bima Muchtar SH mengungkapkan, sikap arogan ditunjukan oknum pegawai bandara saat tim LKSA-LPEPM mendampingi Adi masuk  dalam bandara, namun oleh oknum pegawai bandara yang memakai seragam tanpa papan nama itu melarang pasien masuk sebelum menunjukan tiket. Oleh karena tiket tertinggal tim pun meminta kebijakan agar pasien masuk terlebih dahulu sehingga dapat diperiksa oleh tim medis bandara sembari menunggu tiket yang sedang diambil.

“Pasien diperbolehkan masuk tanpa didampingi, tetapi karena pasien menangis kesakitan sehingga saya meminta kebijakan dan oknum pegawai tersebut ngotot dan mengeluarkan kata-kata kotor dan kasar dengan caci maki,” kata Muchtar.

Pria yang aktif dalam organisasi kemanusian ini sangat menyayangkan insiden yang terjadi di bandara tersebut. Dimana saat mereka mendapingi misi kemanusian, malah mendapat perlakukan kasar dan arogan dari oknum pegawai bandara.

“Seharusnya sebagai pelayan publik oknum pegawai tersebut tidak pantas mengeluarkan kata-kata kasar kepada masyarakat. Apalagi kami ini dalam menjalankan misi kemanusian mendapingin pasien yang harus segera mendapatkan perawatan,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Muchtar meminta kepala bandara agar memberikan pembinaan dan teguran keras kepada oknum pegawai tersebut karena dalam etika pelayanan publik telah menunjukan sikap pelanggaran disiplin.

“Apakah benar dia petugas bandara? Dalam etika berpakaian dinas tidak punya atribut papan nama di dadanya. Kami minta kepada kepala bandara Bima untuk menegur aparatur yang seperti ini,” tegasnya.

Untuk menanggapi berita ini kepala bandara Sultan Muhamad Salahuddin Bima yang coba dikonfirmasi wartawan di bandara setempat Rabu siang tidak berada di tempat karena sedang keluar kota. (WR-04)