Belajar Tatap Muka di Masa Covid-19, SMPN 4 Monta Inisiasi Guru Penggerak

269
Kepala SMPN 4 Monta Abdi Alwi, S.Pd

BIMA, Warta NTB – Di tengah pademi virus corona yang tengah melanda, memaksa semua aktivitas manusia harus tunduk dan taat terahadap Protokol Kesehatan Covid-19 lebih-lebih bagi dunia pendidikan.

Di saat pandemi virus corona banyak sekolah di liburkan pemerintah hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona di lingkungan dunia pendidikan, maka untuk mengantisipasi agar tidak terhentinya sistem pembelajaran pemerintah mewajibkan sekolah menerapkan pola daring.

Selain itu, selama pandemi, guru-guru dituntut untuk lebih kreatif untuk memberikan materi pembelajaran kepada siswa dengan pola pembelajaran yang lebih mudah dipahami oleh siswa.

Memasuki era “New Normal” atau tatanan kehidupan baru, dan simulasi belajar tatap muka, SMPN 4 Monta menginisiasi “Guru Penggerak” sebagai upaya untuk memaksimalkan sistem belajar mengajar.

Kepala Sekolah Abdi Alwi, S.Pd yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (23/11/2020) mengakui, dengan pademi virus corona telah mempengaruhi sistem pelanjaran baik yang dirasakan oleh siswa maupun guru.

“Ya, kami akui sejak pandemi virus corona melanda dunia banyak mempengaruhi sitem pembelajaran karena di saat pandemi sekolah banyak diliburkan dan menggunakan sistem belajar daring,” katanya.

Untuk memaksimalkan kekurang materi selama sekolah di liburkan, pihaknya menginisiasi program guru penggerak yang telah dimulai sejak tanggal 13 Oktober 2020.

“Program guru penggerak menitik beratkan pada kualitas pelatihan dan pendampingan guru terhadap siswa. Dengan demikian sekolah menciptakan ekosistem pendidikan yang berdaya dan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar murid di masa pandemi virus corona,” terangnya.

Sistem belajar mengajar guru penggerak, kata Abdi, dapat memperbaiki kualitas pembelajaran di masa Covid-19. Belajar di sekolah pun tidak harus berada dalam ruangan, tetapi kita bisa belajar sambil bermain di halaman sekolah sehingga teori program ini adalah kembali ke alam.

“Karena dalam belajar tatap muka kita dibatasi oleh protokol kesehatan Covid-19, jadi pembelajaran dengan pola guru penggerak dirasa lebih evektif dan efisian dalam memaksimalkan pembelajaran bagi guru dan siswa selama pandemi virus corona,” ujarnya.

Abdi menyebutkan, selama belajar tatap muka di sekolahnya, pihak sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, dengan pemeriksaan suhu tubuh tiap pagi dan pulang sekolah, penyedian handsanitizer, tempat cuci tangan, penyedian masker dan kebutuhan lainnya dalam penerapan protokol Covid-19.

“Selama kegiatan belajar tatap muka, kami menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang cukup ketat,” tutupnya. (WR-Al)