Begini Cara Jaga Kesempurnaan Diri Menurut TGB

634
Dalam kajiannya TGB mengungkapkan bahwa sholat itu berat untuk dilaksanakan, kecuali bagi orang-orang yang khusu’. Khusu’ menurut TGB juga bermakna sabar dalam menghadapi urusan atau kesulitan-kesulitan.

MATARAM, Warta NTB — Saat menjadi Khotib Sholat Jum’at, di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center Provinsi NTB, Jum’at (12/01/2018), Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengingatkan bahwa untuk menjaga diri kita dari hal-hal yang mengandung unsur kemaksiatan kepada Allah adalah senantiasa menggantungkan diri pada Allah SWT.

“Ketergantungan mutlak hanya pada Allah. Kesempurnaan kita sebagai manusia manakala kita bisa merawat hubungan-hubungan itu dengan semua dimensi yang ada sebaik-baiknya,” jelas Gubernur dua periode tersebut.

Hal lain yang diingatkan TGB adalah perlunya senantiasa menjaga diri dengan semaksimal mungkin, baik kebersihan lahir bathin, dengan mengembangkan sifat rahmat dan kasih sayang sebagai prinsip utama maupun merawat diri dari segi kemanfaatannya. Yaitu bagaimana menjaga seluruh anggota tubuh kita ini dari perbuatan yang mengandung nilai kemaksiatan di hadapan Allah SWT.

Termasuk menjaga diri kita agar tidak terlena dalam kemaksiatan, sebagaimana yang terdapat dalam kisah Nabi Adam dan Iblis. Karena itu menurut TGB, seluruh amal perbuatan kita ini harus berorientasi hanya kepada Allah SWT. Sebab, seberapapun nilai ibadah yanh kita laksanakan, kalau diniatkan hanya untuk Allah SWT, maka nilainya akan tinggi.

“Contoh kecilnya adalah menyingkirkan ranjau atau sesuatu yang dapat membahayakan orang lain,” ungkap TGB di hadapan ribuan jama’ah sholat Jum’at yang hadir.

Selain itu, TGB juga menguraikan pentingnya kehidupan ini dihiasi dengan pandangan rahmat dan kasih sayang. Sebab, salah satu senjata pamungkas dari Rasul SAW sehingga hati manusia tersentuh untuk masuk ke dalam Islam karena lahir bathin Nabi SAW memancarkan rahmat dan kasih sayang.

“Marilah kita ber-Islam dengan menjadikan cinta dan kasih sayang sebagai prinsip utama dalam diri kita,” ajak TGB. Seraya mengingatkan bahawa sikap dan tindak tanduk kita merupakan batu ujian yang nyata dalam kehidupan seorang muslim. Karena itu, tolak ukur kehidupan kita yang baik adalah memiliki akhlak yang mulia.

Usai sholat Jum’at dilanjutkan dengan kajian tafsir Al-Qur’an yang mengupas Surat Al Baqarah, Ayat 45, yang berbunyi, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.

Dalam kajiannya TGB mengungkapkan bahwa sholat itu berat untuk dilaksanakan, kecuali bagi orang-orang yang khusu’. Khusu’ menurut TGB juga bermakna sabar dalam menghadapi urusan atau kesulitan-kesulitan. Artinya menahan diri dari hal-hal yang tidak baik dengan salat. Karena itu, Gubernur mengingatkan bagaimana pentingnya menegakkan sholat untuk menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak baik. (WR-01)