Amankan Unras, Polres Dompu Lakukan Dengan Cara Humanis dan Protokol Covid-19

210
Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH S.IK mendampingi personel saat pengamanan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh perwakilan AMDO di depan gedung DPRD Dompu, Selasa (3/11/2020) .

DOMPU, Warta NTB – Pengamanan aksi unjuk rasa (Unras) yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu (AMDO) di depan gedung DPRD Kabupaten Dompu, Selasa (3/11/2020) dilakukan Polres Dompu dengan tetap mengikuti standar protokol kesehatan covid-19 dengan mengedepankan cara persuasif dan humanis. 

Dalam pengamanan aksi ini, terlihat Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH S.IK turun langsung mendamping personel dalam pengamanan aksi.

“Dalam pengamanan aksi unjuk rasa ini, personel kami tetap mengikuti standar protokol kesehatan Covid-19 dan tetap mengedepankan cara-cara persuasif dan humanis dalam pengamanan aksi,” kata Kapolres di sela-sela kegiatan pengamanan.

Sementara tuntutan massa aksi dalam unjuk rasa ini, yakni massa aksi menolak pemasangan pipa air bersih PDAM dengan ukuran (20 inci) karena pemasangan pipa dengan ukuran tersebut dinilai merugikan para petani karena akan mengurangi asupan air untuk sektor pertanian.

Dalam orasinya, masyarakat massa aksi meminta kepada DPRD Dompu agar proyek pemasangan pipa tersebut dihentikan dan secara tegas mereka menolak adanya kegiatan proyek tersebut.

“Dengan pemasangan pipa itu akan mengurangi volume air bagi kebutuhan sektor pertanian warga dan kami meminta sikap DPRD Dompu agar mengambil langkah dan menyepakati agar menolak proyek tersebut,” kata salah seorang pengunjuk rasa.

Setelah dilakukan koordinasi oleh pihak kepolisian, aksinya perwakilan anggota DPRDyang menemui massa aksi dan mengakomodir aspirasi dari massa AMDO.

Terhadap tuntutan massa aksi, perwakilan anggota DPRD Dompu berjanji akan menindak lanjuti dengan tuntutan massa dengan turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring dan akan meminta SKPD terkait untuk menghentikan dulu proyek tersebut senbari mencari calan keluar terhadap tuntutan masyarakat dan selanjutnya DPRD akan memanggil SKPD terkait untuk meminta penjelasan terkait kegiatan proyek yang dipersolkan oleh warga.

Setelah massa menyampaikan aspirasi dan diterima oleh perwakilan anggota DPRD Kabupaten Dompu, akhirnya aksi ini berakhir sekitar pukul 11.45 Wita. Massa aksi pun membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke desa masing-masing sembari menunggu proses yang dilakukan oleh DPRD Dompu. (WR-Al)