Akibat Dendam, Seorang Pria di Desa Sakuru Meninggal Dunia Diamuk Warga

2179

BIMA, Warta NTB – Akibat dendam seorang warga Desa Tangga Kecamatan Monta yang berinisial SR (44) nekat membacok korban berinisal AR alias Atok (45) warga Desa Sakuru Kecamatan Monta.

Amarah tidak kontrol pelaku langsung mendatangi korban dari arah belakang dengan membawa sebilah parang di tengah kerumunan warga yang tengah menggali kubur.

Sekitar Pukul 08.45 Wita pelaku langsung membacok korban hingga korban jatuh terkapar tidak sadarkan diri di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima, Minggu (28/11/2021).

Kasi Humas Polres Bima, Iptu Adib Widayaka WDP mengatakan, saat korban bersama warga yang sedang menggali kuburan tiba-tiba datang pelaku dengan membawa sebilah parang dari arah belakang korban.

Setelah pelaku berada tepat di belakang korban, pelaku langsung membacok korban hingga korban jatuh terkapar tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke Puskesmas Monta untuk mendapatkan penanganan medis.

“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada kepala bagian kiri,” ungkap Adib.

Karena kondisi korban yang kritis, pihak Puskesmas Monta sendiri merujuk korban yang masih tak sadarkan diri itu ke RSUD Bima dengan menggunakan Ambulance.

Sementara itu lanjut Adib, usai membacok korban, pelaku melarikan diri ke arah persawahan di sebelah timur perkampungan Desa Sakuru.

Nahasnya, upaya pelaku melarikan diri tidak berjalan mulus. Karena setelah dikejar oleh sekelompok warga, beberapa saat kemudian pelaku terkepung.

“Pelaku terkepung dan tidak bisa lari ke arah Timur Desa Tangga sehingga pelaku kembali lari ke arah Barat Desa Sakuru dan masuk rumah salah satu warga,” terang Adib.

Meski pelaku sempat berusaha mengamankan diri di rumah warga, namun warga yang mengejar mengetahuinya dan merangsek masuk rumah. Pelakupun terpaksa kembali keluar dari rumah tersebut.

Sekeluarnya itulah, pelaku langsung diamuk warga sehingga mengalami luka parah dan meninggalkan dunia.

“Pelaku yang meninggal dunia, kemudian langsung dibawa ke RSUD Bima,” katanya.

Adib menjelaskan, kejadian ini motifnya adalah balas dendam. Karena pada hari Rabu 17 November sekitar pukul 09.30 Wita pada saat pelaku mengunjungi sepupunya di Desa Sakuru, pelaku dilempar oleh korban dengan menggunakan batu yang mengakibatkan luka lecet pada tangan kiri pelaku.

“Pelaku dilempar dengan menggunakan batu oleh korban karena pelaku belum bisa membayar harga bawang milik saudara Abok,” ungkapnya.

Sementara untuk menghindari adanya ketegangan lanjutan akibat kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan sejumlah upaya guna meredam adanya aksi lain.

Kepolisian mengimbau kepada keluarga korban yang tewas agar tidak melakukan aksi balas akibat atas kejadian tersebut, dan meyakinkan keluarga korban agar penyelesaian dari kasus penganiayaan yang menewaskan pelaku itu diserahkan dan dipercayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

“Pihak kepolisin akan melakukan lidik terhadap oknum warga yang melakukan penganiayaan terhadap SR yang menyebabkannya tewas itu,” tegas Adib. (RED)