Walikota Mataram Pimpin Apel Kebhinekaan Cinta Damai di Polres

356

MATARAM, Wartantb.com –  Menyikapi kondisi disharmoni di Indonesia yang belakangan tampak mulai mengancam persatuan dan kesatuan, Polres Kota Mataram mengundang seluruh anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kota Mataram menggelar Apel Kebhinekaan Cinta Damai di halaman kantor Polres Mataram pada Selasa (15/11/16).

Apel yang juga digelar secara bersamaan di seluruh Indonesia ini dipimpin oleh Walikota Mataram H. Ahyar Abduh, dihadiri oleh seluruh anggota Forkopinda, jajaran SKPD Kota Mataram, para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, LSM dan Ormas yang ada di Kota Mataram, serta jajaran Polres Mataram.

Mengawali Apel, seluruh peserta dipimpin oleh Walikota secara bersama-sama membacakan Deklarasi Kebhinekaan Cinta Damai untuk kemudian ditanda tangani oleh semua pihak. Deklarasi memuat enam poin yang berisi kesanggupan semua pihak untuk menjaga dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), melawan siapapun yang mengancam keutuhan NKRI, menjaga Kebhinekaan Cinta Damai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak akan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan, sanggup menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Mataram dan sekitarnya, serta senantiasa menjaga toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara dalam amanat tertulis yang dibacakan oleh Walikota Mataram H. Ahyar Abduh dihadapan seluruh peserta apel, dikatakan Walikota bahwa berbagai guncangan yang melanda dan mengancam keutuhan NKRI akhir-akhir ini yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia berupa tindakan kekerasan dan perkelahian atas suku, konflik berlatar belakang agama, serta ancaman radikalisme, dapat mengancam keutuhan NKRI.

Hal tersebut karena lunturnya pemahaman makna Bhineka Tunggal Ika, sehingga dengan mudah dimasuki dan dipengaruhi oleh isu-isu yang bersifat provokatif serta paham-paham radikal yang sejatinya tidak sesuai dengan ideologi bangsa.

Disisi lain lanjut Walikota, ancaman terhadap kedaulatan bangsa telah berkembang menjadi multi dimensi yang tidak saja bersifat fisik tetapi juga non fisik. Ini merupakan tantangan yang harus segera disikapi oleh seluruh bangsa dengan merevitalisasi semangat persatuan dan kesatuan serta bela Negara.

Apel ini dikatakannya dilaksanakan untuk mengawali serangkaian tindakan dalam menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa. “Mari kita nyatakan komitmen untuk senantiasa setia pada Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI dengan cara memperkuat semangat nasionalisme dan pesaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat”, tutupnya. (ufi/yudi-humas)