Wali Kota Bima Larang Warga di Luar Daerah Kembali Selama Pandemi Covid-19

403
Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE

Kota Bima, Warta NTB – Sebagai upaya serius pemerintah Kota Bima untuk melindungi masyarakat terhadap penyebaran Virus Corona atau Covid-19 yang tengah menjadi pandemi global saat ini, Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE mengeluarkan maklumat.

Dalam point pertama maklumat tersebut Wali Kota H. Lutfi dengan tegas melarang warga masyarakat Kota Bima yang berada di daerah pandemi Covid-19 dan luar negeri untuk tidak pulang kampung selama masih berlangsungnya pandemi Covid-19.

Maklumat yang dikeluarkan dengan Nomor: 007/128/III/2020 tertanggal 29 Maret 2020 ini merupakan tindak lanjut dari Maklumat Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor: 360/176/BPBD/III/2020 tanggal 28 Maret 2020 tentang kewajiban isolasi diri bagi warga masyarakat yang datang dari Daerah Pandemi dan Luar Negeri.

Maklumat ini juga mempertimbangkan perkembangan penyebaran wabah Covid-19 di wilayah Nusa Tenggara Barat khususnya di Kota Bima karena penyebaran Covid-19 kebanyakan terindentifikasi dibawa oleh masyarakat yang datang dari daerah luar Kota Bima, sehingga memerlukan langkah dan kebijakan yang cepat dan tepat dalam menangani warga masyarakat yang datang dan masuk ke wilayah Kota Bima dari daerah Pandemi dan Luar Negeri.

Adapun point penting yang dikeluarkan wali kota dalam maklumat tersebut sebagai berikut:

  1. Melarang warga masyarakat Kota Bima yang berada di daerah pandemi Covid-19 dan luar negeri untuk tidak pulang kampung selama masih berlangsungnya pandemi Covid-19.
  2. Bagi yang tetap pulang  kampung, maka kepada yang bersangkutan akan dikenakan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan terhadapnya diwajibkan untuk menjalani masa isolasi diri selama 14 (empat belas) hari.
  3. Bagi setiap orang yang telah melakukan perjalanan ke daerah pandemi Covid-19 dan luar negeri atau juga setiap orang yang datang berkunjung dan masuk ke wilayah Kota Bima untuk melaporkan diri kepada aparat pemerintah di tingkat RT/RW atau Kelurahan setwnpat yang menjadi tujuan dalam waktu 1x 24 jam untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan pada fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Dan terhadap orang yang ditemukan adanya gejala flu, batuk dan suhu badan diatas 37,5 derajat celcius, maka kepada yang bersangkutan dikenakan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan terhadapnya diwajibkan menjalani masa isolasi diri selama 14 (empat belas) hari.
  4. Kepolisian Resort Kota Bima akan mengambil tindakan hukum bagi Orang Dalam Pemantauam (ODP) yang tidak menjalani isolasi diri dengan baik .

Selain itu terdapat beberapa point lainnya, Wali kota meminta setiap Aparat Pemerintah pada tingkat kelurahan yang didukung oleh Babinsa (TNI) dan Bhabinkamtibmas (POLRI) untuk tetap melakukan pengawasan di wilayah masing-masing.

Terkait maklumat tersebut, Wali kota berharap agar koordinasi antara Camat dan Lurah dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas tetap ditingkatkan terutama memberikan pengertian kepada warga masyarakat yang tidak mengindahkan iimbauan yang telah dikeluarkan pemerintah terkait acara yang dapat menghadirkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat ibadah (Masjid, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng), ditempat umum lainnya ataupun di lingkungan sendiri.

Dan bagi masyarakat yang melanggar hal tersebut akan dilakukan penanganan dengan berpedoman kepada undang-undang Nomor 1 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular pada pasal 14 ayat (1) ; Menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah, diancam pidana penjara 1 tahun dan/atau denda Rp 1.000.000, (Satu Juta Rupiah), ayat (2), karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah diancam kurungan 6 bulan dan/atau denda Rp 500.000, (Lima Ratus Ribu Rupiah).

Wali Kota Bima H. Lutfi  berharap agar maklumat ini benar-benar dijalankan oleh Camat/Lurah melalui RT/RW, organisasi wanita, organisasi kepemudaan secara bersama-sama mensosialisasikan maklumat  kepada masyarakat.

“Kita perlu bergandeng tangan bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat agar bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 atau virus corona ini,” ujar Wali Kota. (WR)