Tunaikan Janji, Brigadir Agus Salim Serahkan Bantuan Kursi Roda ke IRT Penderita Lumpuh

372

BIMA, Warta NTB – Setelah pernah berjanji mengupayakan bantuan sebuah kursi roda untuk Ibu Sumarni (35) Ibu Rumah Tangga (IRT) penderita penyakit lumpuh di Dusun Jebuk Montong Koje, Desa Surabaya Utara, Kecamatan Sakra Timur, akhirnya jaji tersebut dipenuhi Brigadir Agus Salim dengan menyerahkan langsung bantuan tersebut, Rabu (30/10/2019).

Momen tersebut juga bertepatan dengan akhir masa jabatan Brigadir Agus Salim di Polres Lombok Timur karena sebelumnya anggota Polri yang juga sebagai Koordinator Yayasan Endri Foundation Lombok Timur ini telah menerima sprint Kapolda NTB untuk mejalankan tugas baru di Polres Dompu Polda NTB.

Brigadir Agus Salim mengatakan, sudah empat bulan lalu Ibu Sumarni meminta bantuan kursi roda kepada saya karena melihat postingan-postingan saya di Facebook yang sering membagikan kursi roda gratis kepada difabel atau penderita lumpuh layu dan cacat fisik.

Kata Brigadir Agus, saya pun berjanji akan mengupayakannya, akhirnya karena ada ketersediaan satu unit kursi roda yang saya dapatkan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, siang ini saya langsung mengantarkan ke rumahnya. Bahkan Brigadir Agus Salim mengaku sempat tersesat karena sebelumnya belum pernah mengunjungi kediaman Ibu Sumarni yang berada jauh di pelosok Kecamatan Sakra Timur.

“Sebelumnya saya tidak pernah mengunjungi kediamannya karena permintaan bantuan hanya melalui akun facebook, tetapi karena sudah berjanji saya harus menepatinya. Ia pun menangis haru, saat saya membawa bantuan kursi roda ke rumahnya,” kata Brigadir Agus.

Brigadir Agus Salim menjelaskan, suami Ibu Sumarni sudah dua tahun bekerja di Malaysia, tetapi jarang mengirim uang karena tempatnya bekerja kurang bagus. Di tengah kekurang ekonomi ia juga tinggal bersama satu orang anak yang berusia 8 tahun dan masih duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar.

Di tengah cacat fisik yang dialami ia tidak bisa bekerja selain memanfaatkan uang kirim suami yang jarang-jarang dan hanya mengharapkan bantuan dari orang lain. Sehingga jangankan untuk membeli kursi roda yang harganya mencapai Rp 2 jutaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja masih kekurangan.

“Kondisi ekonomi Ibu Sumarini sangat memprihatinkan ditambah lagi dengan kondisi rumah yang atap dan pagarnya sudah hampir rusak,” jelasnya.

Brigadir Agus menambahakan, cacat fisik yang dialami Ibu Sumarni bukan sejak lahir, ia mengalami lumpuh setelah jatuh dari pohon jambu setelah tamat SMP. Setelah kejadian itu tidak bisa berjalan dan setelah dicek ke dokter saat itu dikatakan ia mengalami syaraf kejepit dan membutuhkan biaya operasi sebesar Rp 40 juta, tetapi karena keterbatasan biaya ia tidak bisa operasi sampai saat ini.

“Oleh karena itu ia sangat membutuhkan bantuan dari berbagai pihak baik untuk biaya operasi maupun kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya ia juga pernah mendapatkan bantuan kursi roda gratis dari Tim Laz Dasi Lotim, namun sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Atas bantuan yang diberikan ia menyampaikan ucapan terimakasih karena sudah bisa kembali beraktifitas dengan kursi roda yang baru diberikan,” tandasnya. (WR)