Tujuh Inovasi ASN Kabupaten Bima Berlaga di Tingkat Nasional

236

BIMA, Warta NTB – Tahun ini, sebanyak tujuh Proposal Inovasi  yang merupakan buah karya ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Bima berhasil lolos pada Kompetisi inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Nasional Tahun 2020.

Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Bima Syamsul Bahrain S.IP, M.Si  Rabu (13/5) mengatakan, sebelumnya Kabupaten Bima mengajukan  11  proposal inovasi yang diajukan secara daring  melalui Sistem Inovasi Pelayanan Publik (sinovik.menpan.go.id) dan wajib disertai dokumen pendukung yang relevan ke KemenPAN RB.

Selanjutnya Kementerian PAN RB RI  nomor b/111/pp.00.05/2020 menyampaikan pengumuman hasil seleksi administrasi kompetisi inovasi pelayanan publik di lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD tahun 2020.

Tujuh proposal inovasi yang dinyatakan berhak mengikuti KIPP yaitu Inovasi Dana Insentif Desa (DINDA) Kabupaten Bima, Musyawarah Perencanaan Pembangunan Khusus (Perempuan, Anak, Lansia, Warga Kebutuhan Khusus), Integrasi Gerakan dan Sistem Informasi Pasar Tradisional (SIGESIT) dan GEBRAK BIMANTIKA (Gerakan Bersama Kabupaten Bima Anti Stunting, Kekurangan Gizi dan Anemia).

Sejumlah proposal lainnya yang dipastikan berlaga di tingkat nasional yaitu Kios Untuk Produk Kelompok Usaha Perempuan Bima (KUPU KUPU BIMA), Menembak Simiskin Dalam Satu Bidikan Melalui MADABIMA dan Gerakan Ecobrick untuk Sehatkan Gigi, Tingkatkan Gizi Anak dan Eliminasi Sampah (Go Segitiga Emas).

Dijelaskan Syamsul, Proposal inovasi yang lolos Seleksi Administrasi selanjutnya masuk ke tahap penilaian proposal yang akan dilakukan oleh Tim evaluasi KIPP 2020 KemenPAN RB RI.

Dirinya berharap ketujuh proposal yang lolos dapat mengikuti jejak inovasi sentuh perempuan dengan SIMAWAR yang berhasil menembus 45 tingkat nasional pada kompetisi yang sama tahun 2019.

Selain Kabupaten Bima, Kota Bima ada berhasil meloloskan 5 proposal dan Kota Mataram 1 proposal yang lolos seleksi dan Tahun ini  sebanyak 2.245 proposal dinyatakan lolos, terdiri dari 2.121 Kelompok Umum, 33 Kelompok Replika dan 91 Kelompok Khusus. (WR)