Tim Gabungan Tinjau Karhutla di Lereng Gunung Tambora

296

BIMA, Warta NTB – Tim Gabungan yang terdiri dari unsur TNI Polri dan unsur tekait, Senin (21/10/2019) melakukan peninjauan sekaligus penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berlokasi di Lereng Gunung Tambora.

Tim Gabungan terdiri dari anggota Dalmas Polres Bima dipimpin Danton Dalmas, Personel Polsek Tambora dan Polsek Sanggar dipimpin Kapolsek, anggota Posramil Tambora dipimpin Danposramil, anggota Satpol PP Kecamatan Tambora dan KPH Resort Tambora.

Selain itu giat ini juga dihadiri perwakilan perusahaan Agro Wahana Bumi (AWB) yang bergerak di bidang pengelolaan kayu di Hutan Gunung Tambora serta Kades Oi Bura bersama 15 orang warga dan 20 orang warga Desa Pancasila, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu.

Seluruh Gabungan Personel Kepolisian, TNI dan Elemen lainnya berangkat menuju lokasi Karhutlah menggunakan 4 unit Truck hingga di pos bayangan, selanjutnya untuk sampai di pos 1 ditempuh dengan berjalan kaki selama 1,5 jam yang berjarak kurang lebih 3,6 km.

Kapolres Bima AKBP Bagus S. Wibowo melalui Kasubbag Humas Iptu Hanafi mengatakan, lokasi Karhutlah di pegunungan Tambora merupakan kawasan hutan Taman Nasional Tambora, dan penyebaran titik api (fire spot) saat ini sudah memasuki kawasan Pos 1, 2 hingga pos 4 wilayah Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima.

“Lokasi Karhutla tersebut di dominasi oleh pepohonan rindang jenis rimba campuran serta semak belukar dan rerumputan kering,” urainya.

Belum dapat dipastikan luas kawasan yang terbakar di Pegunungan Tambora, dikarenakan terkendala pemetaan dan peninjauan secara keseluruhan lokasi Karhutlah yang tersebar di berbagai titik yang berjauhan, disamping itu untuk menuju titik api lainnya tidak tersedia akses jalan.

“Jumlah titik api sekitar 8 titik api yang berlokasi diantara pos 1 hingga perbatasan pos 2 berhasil dipadamkan oleh Gabungan seluruh personil beserta elemen lainnya, dan Kegiatan penanganan Karhutla berakhir pukul 16.30 wita,” jelasnya.

Kapolres menghimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak mencari madu dengan menggunakan asap dan api. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau panjang. (WR)