Solusi Kelangkaan Pupuk, Babuju Mandiri Hadirkan Varietas Padi Tanpa Pemupukan

523
Rangga Babuju menyerahkan benih padi Varieatas Gogo Unsoed 1kepada Suharlin, S.Sos pimpinan Media Jerat NTB yang juga Ketua Pokdarwis Oi Roko Tangga Monta.

BIMA, Warta NTB – Benih padi Variatas ‘Gogo Unsoed 1’ adalah benih Varietas baru Nasional khusus lahan Tegalan dan ladang tadah hujan. Varietas ini ditemukan oleh Guru Besar Pertanian, Prof. Dr. Ir. Suwarto dan Prof. Ir. Totok Agung. 

Varietas ini sudah diuji coba oleh Komunitas Babuju Mandiri di beberapa karakter lahan di wilayah Kabupaten dan Kota Bima dalam dua tahun terakhir dan terbukti sukses.

Melihat kondisi alam yang ada di wilayah Monta dan sekitarnya, Komunitas Babuju mendorong Pokdarwis Oi Roko Desa Tangga yang diketuai oleh Suharlin untuk uji coba tanam pada tegalan miring yang ada di sebelah Barat Desa Tangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima.

Penyerahan Benih untuk kawasan 1 hektar  dilakukan sendiri oleh Penanggung jawab Komunitas Babuju, Julhaidin, SE atau biasa dikenal dengan Rangga Babuju di lokasi Puncak Oi Roko Desa Tangga, Senin (6/1/2020). Didampingi oleh Syaifullah H. Anwar, Tim Ketahanan Pangan Lokal untuk Komoditas Lahan Tadah Hujan.

Menurut Rangga Babuju, hasilnya, sangat memuaskan. Tanpa pupuk kimia, tanpa membutuhkan air banyak (irigasi pada umumnya) dan sangat bisa ditanam 3 kali dalam setahun. “Kami sudah lakukan pengembangan untuk lahan di Bima, dan secara mandiri kami coba suguhkan karya ini di wilayah Desa Tangga, Kecamatan Monta,” ungkap Rangga.

Sementara itu, Syaifullah yang juga Pendamping Desa (PD) di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima menyebutkan, bahwa pemerintah saat ini seharusnya sudah mulai fokus mengembangkan padi lahan kering dalam mencapai swasembada pangan. Hal ini karena kebutuhan pangan tidak bisa lagi bertumpu pada lahan sawah irigasi. 

”Fakta menunjukkan luas sawah makin berkurang karena alih fungsi. Input teknologi untuk intensifikasi juga semakin mendekati kejenuhan. Saat inilah waktunya untuk merubah paradigma dimana pilar lumbung pangan tidak hanya ada di sawah. Tapi juga dilahan kering, karena kita punya lahan kering yang sangat luas dan dianugerahi hujan dan sinar matahari yang berlimpah ruah sepanjang tahun,” jelasnya.

Suharlin, selaku ketua Pokdarwis Oi Roko Desa Tangga yang diberi amanah untuk melakukan pengembangan variatas ini menyatakan bahwa apa yang diupayakan ini memang terlihat kecil, namun berdampak besar.

“Bagi banyak orang, mungkin ini dinilai sangat kecil untuk kawasan 1 hektar, namun bagi kami ini adalah Karya Besar untuk wilayah kami. Dan saya bersama anggota Pokdarwis memastikan penanaman dan pengembangan Padi Gogo Unsoed 1 di Desa Tangga akan menjadi yang paling berhasil ketimbang wilayah lainnya di Bima dan Nanti bisa kita buktikan,” tantang  pimpinan Media Jerat NTB ini. (WR)