Rumah Cita dan Bima Bagus Gelar Diskusi Publik Refleksi Hari Sumpah Pemuda

311

KOTA BIMA, Warta NTB – Rumah Cita dan Bima Bagus menggelar kegiatan diskusi publik refleksi hari Sumpah Pemuda bertempat di Aula SMKN 3 Kota Bima, Senin (21/10/2019). Kegiatan ini mengambil tema “Pemuda, Radikalisme, Aktor Perdamaian dan Motor Pembangunan”.

Acara ini dihadiri sekaligus dibuka Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesos Setda Kota Bima Drs. H.Supratman M.AP, kegiatan diskusi diisi oleh Ketua KNPI Kota Bima Solikhin SH, Ketua mum majelis pemuda islam Mustafa Umar, M.Ag, Direktur Puskab NTB Muhammad Tahir, S.Ag, MPd, Direktur Ruma Cita Muhammad Yunus.

Dalam sambutan walikota yang disampaikan oleh asisten bidang pemerintahan dan kesos setda kota bima Drs. H. Supratman M.AP menyampaikan apresiasi kepada tim penyelenggara kegiatan, semoga kegiatan ini bisa merefleksikan kembali rangkaian peristiwa dari Sumpah Pemuda hingga perjuangan revolusi Indonesia yang merupakan pertautan mimpi besar dan perjuangan besar selama 91 tahun ini.

“Sumpah pemuda merupakan peristiwa bersejarah yang dikenal sebagai salah satu tonggak bersatunya bangsa indonesia, para pemuda dari berbagai daerah di seluruh indonesia berkumpul bersama di kongres pemuda. Pada saat itulah dihasilkan tiga hal penting yaitu bertumpah darah satu, tanah air indonesia; berbangsa satu, bangsa indonesia; dan menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia,” tambah Asisten.

Asisten juga menambahkan, dalam sejarah bangsa pemuda selalu menjadi penggerak kebangkitan bangsa seperti sumpah pemuda 28 oktober 1928 contoh nyata yang ada sekarang ini. Yang kita nikmati saat ini adalah hasil dari perjuangan para pahlawan pendahulu.

“Sebagai bagian dari pengisi kemerdekaan pemuda harus bergerak didepan menjadi pioner perubahan, mengisi pembangunan dengan hal-hal yang positif,” terangnya.

Diakhir sambutannya Asisten menyampaikan rasa kekecewaan atas kejadian perkelahian warga kelurahan penatoi dan kelurahan penaraga yang seharusnya tidak terjadi dan bisa diselesaikan dengan duduk bersama tanpa adu otot. Mari kita hilangkan perbedaan dan kedepankan musyawarah dalam kebersamaan, jangan ada saling silang sengketa. (WR)