Pemdes Sakuru Gelar Musdes Khusus Penyaluran BLT-DD Periode Kedua

192
Kades Sakuru Soeharto, S.Pd saat membukan Musdes Khusus di aula kantor Desa Sakuru, Selasa (1/9/2020).

BIMA , WARTA NTB – Pemerintah Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima bersama BPD dan tokoh masyarakat desa setempat menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Khusus di aula kantor desa, Selasa (1/9/2020).

Kepala Desa Sakuru Soeharto, S.Pd yang ditemui wartawan usai rapat di kantor Desa Sakuru, Selasa pagi mengatakan, Musdes khusus ini untuk membahas nama-nama calon penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) periode kedua.

Kata Soeharto, pada periode pertama penerima BLT-DD Desa Sakuru sebanyak 73 orang dengan besaran bantuan Rp 1,8 juta yang dibayarkan selama tiga bulan dengan besaran Rp 600 ribu perbulan.

“Penyaluran BLT-DD periode pertama di desa kami sudah tuntas dan saat ini kami sedang membahas calon penerima BLT-DD periode kedua,” katanya.

Soeharto menjelaskan, besaran BLT-DD periode pertama dengan periode kedua berbeda, dimana pada periode pertama bantuan untuk satu kepala keluarga penerima manfaat sebanyak Rp 600 ribu, sedangkan untuk periode kedua sebanyak Rp 300 ribu perbulan yang akan dibayarkan selama tiga bulan.

“Nominal BLT-DD periode pertama dengan kedua berbeda. Kalau periode pertama besaran bantuan Rp 600 ribu sedangkan periode kedua hanya sebesar Rp 300 ribu dan dibayarkan selama tiga bulan,” jelasnya.

Kades muda ini menambahkan, penerima bantuan periode pertama dengan kedua bisa saja berbebeda karena akan diputuskan melalui Musdes Khusus bersama masyarakat dengan validasi data calon penerima.

Hal ini, lanjut dia, karena bisa saja para penerima bantuan pada periode pertama sudah tidak lagi memenuhi syarat sebagai penerima misalnya telah meninggal dunia, tidak memenuhi syarat karena dobel menerima bantuan seperti bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bantuan sosial lainnya.

“Penetapan nama-nama calon penerima BLT-DD periode kedua ini, tentunya akan diputuskan melalui musyawarah desa khusus yang dilakukan bersama BPD dan masyarakat yang hadir dan dengan tetap memperhatikan warga yang memang berhak mendapatkan bantuan,” tuturnya.

Turut hadir dalam Musdes Khusus pendamping desa, ketua BPD dan anggota,  Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, tokoh wanita, tokoh agama. (WR-Nandar)