Pelaku Penembak Dedy Berhasil Dibekuk Polres Jember

2235

Bima, Watantb.com – Misteri penembakan yang menewaskan Dedy (25) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember asal Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) kini mulai terkuak.

Pasalnya, Petugas Polres Jember, Jawa Timur, telah berhasil menangkap terduga pelaku penembakan yang terjadi di Jalan Raya Sultan Agung depan pertokoan Hardy’s Jember Plaza, sekitar pukul 02.00 Wib pada Sabtu dini hari lalu dan saat ini, pelaku sedang menjalani pemeriksaan di kantor Polres Jember.

Seperti dilansir VIVA.co.id, Minggu (12/3/2017). Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jember, Ajun Komisaris Polisi Bambang Wijaya, membenarkan pihaknya telah berhasil menangkap terduga pelaku penembakan.

“Benar (pelaku diduga penembak mahasiswa Unmuh Jember ditangkap)” katanya Minggu (12/3/2017).

Dia pun enggan membeberkan proses penangkapan pelaku, termasuk identitasnya. Hal yang pasti, kata dia, pelaku kini sudah diamankan dan tengah dimintai keterangan oleh penyelidik.

“Masih lidik. Pelaku masih dimintai keterangan. Nanti saya sampaikan,” katanya.

Masih dilansir VIVA.co.id, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, belum bisa dimintai keterangan terkait hasil penyelidikan sementara kasus tersebut. Dihubungi berulang-ulang, telepon genggamnya tidak aktif.

Sebelumnya dia menegaskan, polisi pasti mampu mengungkap tabir kasus penembakan mahasiswa di Jember tersebut hingga jadi terang benderang.

“Masih diselidiki. Kita pasti mampu menangkap pelakunya,” katanya kemarin.

Kasus ini bermula ketika Dedy, warga Bima, Nusa Tenggara Barat, bersama temannya, Brigadir RAG, menunggangi satu sepeda motor di Jember, Sabtu dini hari, 11 Maret 2017.

Sesampai di Jalan Sultan Agung, dua mobil, Suzuki Swift dan Honda Jazz, melaju kencang menyalip motor yang ditunggangi korban.

Korban dan RAG mengejar dan menghentikan mobil Swift di depan tempat perbelanjaan, Hardy’s Jember. Korban dan pengemudi mobil Swift terlibat cekcok. Tiba-tiba terdengar letusan satu kali. Korban Dedi terkapar dengan luka tembak di rahang tembus ke batang kepala.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit tapi nyawanya tidak tertolong. Sementara pengemudi mobil Swift dengan cepat melarikan diri.

Selain meminta keterangan para saksi, polisi juga berhasil mengantongi proyektil peluru yang bersarang di kepala korban sebagai alat bukti. (WR-03)