Menderita Bocor Jantung, Izatul Ramadani Ingin Sehat Seperti Anak-anak Lain

230
Brigadir Agus Salim mengunjungi dan memberikan bantuan tas sekolah dan sembako kepada Izatul Ramadani siswa kelas 2 SD yang menderita bocor jantung di Lombok Timur.

SELONG, Warta NTB – Namanya adalah Izatul Ramadani usai 7 tahun, murid kelas 2 SDN 1 Jineng, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Saat ini Izatul menderita penyakit bocor jantung, namum tidak bisa berobat karena keterbatasan biaya.

Murid kelas dua SD ini hanya tinggal bersama Ibu kandungnya di Dusun Jineng, Desa Jineng, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur karena Ayahnya telah meninggal sejak ia berusia 6 bulan dalam kandungan.

Setelah menjadi anak yatim dalam kandungan, ia pun harus menjalani ujian karena dilahirkan dengan menderita bocor jantung. Sebagai anak yang terlahir dalam keluarga tidak mampu ia pun tidak bisa berobat, meski ingin sehat seperti anak-anak lain.

Koordinator Yayasan Endri Foundation Lombok Timur, Brigadir Agus Salim mengatakan, Izatul menderita bocor jantung sejak ia lahir. Hingga saat ini pun ia masih merasakan sakit yang tak terhingga ketika penyakitnya kambuh.

“Kami dari Yayasan Endri Foundation pernah membantu berobat ke RSUD Soedjono Selong dan terakhir kemarin ke RS Sanglah di Bali dan rencananya pada bulan Desember mendatang akan kembali ke Bali untuk dilakukan observasi jantung,” terang sosok polisi peduli kemanusian yang bertugas di Polres Lombok Timur ini.

Kata Agus, untuk membantu Yayasan Endri Foundation tetap menyalurkan bantuan kepada Izatul dan keluarga, meskinpun itu hanya sedikit rejeki yang disalurkan donator dan bantuan pribadi dari Brigadir Agus Salim sendiri.

“Pada hari Minggu tanggal 29 September kemarin, kami ke rumahnya untuk memberikan sedikit sejeki berupa tas sekolah, serta sembako dan cemilan untuk memberikan motivasi kepada Izatul agar tetap semangat bersekolah,” ujarnya.

Dia berharap, agar pemerintah dan pihak terkait lainnya agar bisa memberikan bantuan untuk pengobatan Izatul karena ia pun ingin sehat seperti anak-anak lainnya.

“Keterliban semua pihak sangat dibutuhkan.  Harapan kami agar pihak terkait seperti Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, Dikes dan Pemda Lotim bisa lebih memperhatikan anak-anak yang seperi ini karena kalau bukan kita siapa lagi? Apalagi ia adalah anak yatim,” ungkapnya. (WR)