Lahir Tanpa Anus, Bayi 8 Bulan di Desa Bre Butuh Biaya Operasi

1000
Yuni Wulandari bayi terlahir tanpa anus asal Desa Bre, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima.

BIMA, Warta NTB – Setiap orang tua menginginkan anaknya lahir sehat dan sempurna, namun ujian harus dihadapi pasangan Irwan (40) dan Mariamah (30) warga RT.03/RW.01, Dusun Nggali Ngawa, Desa Bre, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, dimana anak ketiga mereka dilahirkan tanpa anus.

Bayi berusia 8 bulan yang diberi nama Yuni Wulandari ini sedianya harus menjalani operasi lanjutan pembuatan anus di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, namun karena kendala biaya sehingga orang tua tidak mampu melanjutkan operasi.

Irwan yang keseharian hanya sebagai buruh di penggilingan padi dan istrinya Mariamah sebagai  Ibu Rumah Tangga (IRT), mengaku tak memiliki biaya untuk melanjutkan operasi anak bungsu mereka.

Sebagai orang tua mereka sangat menginginkan anaknya untuk operasi agar bisa sehat seperti anak-anak lainya, namun karena kendala biaya mereka tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya pasrah dengan nasib sehingga bayi mungil ini hanya menjalani perawatan di rumah.

Irwan ditemui wartantb.com di kediamannya, Selasa (18/6/2019) mengatakan, sebelumnya beberapa bulan lalu anak mereka pernah menjalani operasi di RSUD Bima, operasi itu hanya untuk pembuatan selang pembuangan air kecil dan kotoran yang hanya bersifat sementara.

“Beberapa bulan lalu pernah dioperasi hanya untuk pembuatan selang pembuangan kotoran. Terkai operasi pembuatan anus dokter meyarankan agar operasi di RSUP NTB, tetapi kami tidak memiliki biaya,” ucapnya lirih.

Meski demikian Irwan yang ditemani istrinya ini mengaku sangat berkeinginan untuk operasi anak mereka, namu karena terkendala biaya ia berharap ada dermawan atau pihak yang mau mengulurkan bantuan untuk biaya operasi anak mereka, agar bisa tumbuh dan sehat seperti anak-anak pada umumnya.

“Kami berharap akan ada dermawan atau warga yang bersimpati untuk bisa membantu biaya operasi anak kami,” harapnya.

Selain itu mereka juga mengaku belum memiliki kartu BPJS Kesehatan sehingga dengan segala daya dan upaya mereka beringinan untuk membuat kartu BPJS demi kesembuhan sang buah hati.

“Saat ini dokumen untuk pengajuan BPJS melalui Dinas Sosial telah kami masukan semoga cepat terealisasi. Kami juga berharap kepada pemerintah Kabupaten Bima dan Bupati Bima agar bisa memberikan bantuan biaya untuk operasi anak kami,” ucapnya penuh harap. (WR-Man)