KPU Kabupaten Bima Simulasi Tungsura dan Sirekap di TPS dengan Protokol Covid-19

239
Simulasi Tungsura dan Sirekap digelar KPU Kabupaten Bima di Desa Kara, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Sabtu (21/11/2020).

BIMA, Warta NTB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima menggelar Simulasi Penghitungan dan Pemungutan Suara (Tungsura) dan Aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berlangsung di halaman SDN Inpres 1 Desa Kara, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Sabtu (21/11/2020).

Hadir dalam acara Ketua KPU Kabupaten Bima Imran, SH dan anggota, Ketua Bawaslu Abdullah, SH, Anggota KPU Provinsi NTB Agus Hilman, Muspika Kecamatan Bolo, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se Kabupaten Bima dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Agus Hilman anggota KPU Provinsi NTB yang ditemui di lokasi mengatakan, kegiatan simulasi tungsura dan sirekap dilaksankan secara serentak oleh 4 kabupaten kota dari 7 kabupaten kota yang menyelenggarakan Pilkada Serentak tahun 2020 di Provinsi NTB.

“Keempat kabupaten kota yang melaksanakan Simulasi yaitu Kota Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Kabupaten Bima,” katanya.

Selain dilaksanakan di NTB, kata Agus Hilman, simulasi juga dilaksanakan secara nasional, yang bertujuan untuk memastikan kesiapan penyelenggara Pemilu mampu menyelenggaran Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam masa Pandemi Covid-19.

“Dalam pelaksanaan simulasi kita benar-benar menerapkan protokol kesehatan, seperti: menggunakan Masker, facesield, sarung tangan karet (latex) menyiapkan baju Hazmat dan bilik suara khusus jika sewaktu-waktu terdapat pemilih dengan suhu tubuh di atas 37 derajat celcius,” terangnya.

Anggota KPU Provinsi NTB termuda ini menambahkan, dalam pelaksanaanya pemilih yang datang ke TPS juga diharus menggunakan masker dan kalau lupa, maka petugas menyiapkan masker, di TPS pemilih harus menjaga jarak saat mengantri, mencuci tangan, diukur suhu tubuhnya, dan diberikan sarung tangan plastik.

“Tidak kalah pentingnya, meskipun Sirekap belum ditetapkan sebagai instrumen penentu hasil, namun KPU tetap menerapkan Sirekap sebagai alat bantu mempercepat proses dan transparansi hasil pemilihan 2020 kepada publik,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Bima Imanuddin mengatakan, simulasi Tungsura dan Sirekap bertujuan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat lebih khusus Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan melaksanakan tugas pada 9 Desember nanti.

“Pilkada yang dilaksankan kali ini berbeda dengan Pilkada sebelumnya karena kita melaksanakan Pilkada di tengah pandemi virus corona, jadi pelaksanaan pungut hitung di TPS nanti harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan Covid-19 agar tidak ada klaster baru dalam Pilkada,” kata mantan Ketua PPK Bolo ini.

Selain itu, tambah Imam kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan pemahaman tentang tata cara memilih di TPS agar meminimalisir masalah yang terjadi dalam pemungutan dan penghitungan suara.

“Dengan kegiatan simulasi yang dilakukan hari ini diharapkan kepada PPK yang hadir dapat memperhatikan dengan baik agar dapat memberikan pemahaman kepada PPS dan KPPS terkait tata cara Tungsura dan penghitungan Sirekap saat memberikan Bimtek di kecamatan masing-masing nantinya, dan yang tak kalah penting adalah penerapan protokol kesehatan Covid-19” ujar Imam. (WR-Al)