Koordinator EF Lotim Kunjungi Anak Yatim Penderita Gizi Buruk dan Lumpuh Layu

251
Koordinator Yayasan Endri Foundation Lotim Brigadir Agus Salim bersama Mrs Kelly Godie mengunjungi remaja Gizi Buruk dan Lumpuh Layu di Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba.

SELONG, Warta NTB – Kepedulian Brigadir Agus Salim terhadap masalah sosial kembali ditunjukan, kali ini ia mengunjungi Raudatul Jannah seorang remaja yatim berusia 11 Tahun yang menderita gizi buruk dan lumpuh layu dengan berat 6 kilogram di Dusun Tanaq Betian, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur

Dalam kunjungannya, Sabtu (5/10/2019) sosok polisi yang juga menjadi koordinator Yayasan Endri Foundation (EF) Lotim ini hadir bersama Mrs Kelly Goldie seorang wisatawan berkebangsaan Australia yang juga sering menjadi donatur dalam kegiatan kemanuasian Yayasan EF.

Brigadir Agus Salim mengatakan, Raudatul sendiri mengalami gizi buruk sejak lahir dan menderita lumpuh layu. Dalam kehidupan sehari-sehari ia tinggal bersama Wik kakak tiri dan Ibu kandunganya Salbiah yang hidup dalam keterbasan ekonomi dan kurang mampu.

“Sementara untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka hanya berjualan di sebuah kios kecil dengan modal usaha hasil kredit bank karena dengan cara inilah mereka bisa bertahan hidup,” terang Agus.

Kata Agus, pada awal tahun 2019 kemarin Yayasan EF pernah mendampingi Raudatul untuk perawatan dan opname di RSUD Soedjono Selong selama kurang  lebih1 bulan, namun karena kondsinya tidak pernah perubahan sehingga ia dibawa pulang kembali oleh keluarganya di rumah.

Oleh karena kondisinya demikian, Brigadir Agus Salim setiap dua kali seminggu membawa Raudatul ke dokter untuk mengecek kondisinya serta membawan sedikit bantuan berupa sembako dan kebutuhan lain untuk Raudatul.

“Iya setiap dua minggu sekali kami mengecek kondisinya ke dokter dan membawakan sedikit rizki berupa sembako untuk membantu Raudatul,” ungkapnya.

Brigadir Agus menjelaskan, selama pendampingan yang dilakukan Yayasan EF Lotim terhadap Raudatul sudah ada beberapa orang relawan dan bahkan Baznas Lombok Timur yang memberikan bantuan untuknya.

“Alhamdulillah sudah banyak relawan yang ikut membantu selama kami melakukan pendampingan dan kami juga berharap agar hal-hal seperti ini bisa diperhatikan secara berkesinambungan oleh pemerintah,” harapnya.

Sementara, Mrs Kelly saat mengunjungi remajan gizi buruk dan lumpuh layu ini sempat meneteskan air mata karena merasa prihatin dan iba melihan penderitaan remaja yang hanya memiliki berat badan 6 kilogram ini.

Pada kesempatan itu, Mrs Kelly juga memberikan bantuan berupa uang tunai yang merupakan hasil sumbangan dari teman-temannya di Australia untuk kebutuhan penderita. (WR)