KD-LPKPK Gedor Dikpora, Minta Kepala SMPN 5 Palibelo Dipecat

486

BIMA, Warta NTB – Komisi Daerah Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah Daerah Keadilan (KD-LPKPK) Wilayah Hukum Provinsi NTB melakukan aksi unjuk rasa di depan Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, Jumat (24/05/19).

Kedatangan massa aksi meminta Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima Zunaidin S.Sos MM agar segera memecet Kepala SMPN 5 Palibelo karena dinilai ada indikasi tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah tersebut.

Kordinator lapangan Amirullah, S. Ikom mengatakan, dalam proses pencairan dana PIP di setiap sekolah SD, SMP dan SMA melalui Bank BRI cabang Woha yang ada di Kabupaten Bima terdapat dugaan indikasikasi tindak pidana korupsi, salah satunya di sekolah SMP 5 Palibelo.

Massa aksi juga meminta agar kepala bank BRI Cabang Bima bertanggung jawab dalam proses pencairan dana PIP di Unit Bank BRI Cabang Woha terhadap pencairan dana PIP di Sekolah SMPN 5 Palibelo yang dinilai Fiktif.

Kata dia, proses pencairan dana PIP oleh SMPN 5 Palibelo di anggap bertentangan dengan Permendikbud Nomor 09 Tahun 2018 tentang program indonesia pintar serta bertentangan dengan Jukla Juknis PIP 2018.

“Kepada Bank BRI Cabang Bima, Dikbudpora Kabupaten Bima, DPRD Kabupaten bima dan Bupati Bima segera melakuka Evaluasi kembali pada Proses Pencairan Dana PIP di sekolah SMPN 5 Palibelo beserta seluruh Sekolah yang ada di Kabupaten Bima,” pintanya.

Dia mengatakan, dengan adanya tindakan penggelapan dana tersebut, dapat merugikan negara dan juga membuat peserta didik sampai putus sekolah, dan hal itu merupakan tanggung jawab moral pihak yang bersangkutan untuk dapat bertanggung jawab.

“Kami juga memiata kepada Dikbudpora Kabupaten Bima, DPRD Kabupaten Bima dan Bupati Bima segera memecat Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 5 Palibelo,” tandasnya.

Selain dari beberapa tuntuntan tersebut KD-LPKPK mendesak pihak terkait agar dapat memanggil Kepala sekolah (Kepsek) SMPN 5 Palibelo untuk bertanggung jawab perbuatanya secara hukum.

“Apabila tuntutan kami tidak di indahkan maka kami akan melakukan Aksi kembali bersama masyarakat yang lebih banyak,” tegasnya. (WR-Man)