Ini Reaksi Keras Gubernur TGB Atas Kedzoliman Amerika Serikat

1842
Di hadapan ribuan jamaah yang hadir, Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrabnya menjelaskan, apa yang dilakukan oleh Trump ini, tak hanya melukai hati miliaran umat Islam di seluruh dunia tapi juga telah bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 478, tanggal 20 Agustus 1980. Ilustrasi Netrepro.

MATARAM, Warta NTB — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, dalam kajiannya usai menunaikan Sholat Jum’at (8/12/2017) di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, mengecam dan menolak keras pernyataan serta sikap dzolim Presiden AS, Donald Trump yang mengakui dan mendukung penuh pemindahan ibukota Israil dari Tel Aviv ke Yerussalem.

Di hadapan ribuan jamaah yang hadir, Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrabnya menjelaskan, apa yang dilakukan oleh Trump ini, tak hanya melukai hati miliaran umat Islam di seluruh dunia tapi juga telah bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 478, tanggal 20 Agustus 1980. Isinya, mengesahkan Yerussalem sebagai Ibu Kota Israil adalah suatu pelanggaran hukum Internasional.

“Ini adalah kedzaliman yang tidak bisa dibiarkan,” ujarnya. Oleh karenanya, Gubernur TGB mengajak seluruh umat Islam untuk terus membantu perjuangan saudara-saudara yang ada di Palestina sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

TGB juga menjelaskan kenapa ummat Islam harus menolak dan mengecam keras pernyataan dan sikap zolim Trump tersebut? Jawabnya menurut Tuan Guru Bajang karena Palestina merupakan tempat mulia ummat Islam dan dimuliakan oleh Allah SWT. Yakni; Pertama: Di dalam Palestina terdapat tempat suci ketiga Ummat Islam yaitu Al-Aqsa yang harus kita bela. Sekitar 16 bulan lamanya Al-Aqsa menjadi kiblat ummat Islam sebelum dipindah menghadap ke Ka’bah.

Kedua: Palestina merupakan tempatnya para nabi-nabi mulia yang diutus oleh Allah SWT. Sebagai tempat orang-orang mulia manusia pilihan Allah tak boleh diinjak atau dihuni oleh para Zionis Israil yang merupakan musuh bersama umat Islam.

Ketiga: Palestina merupakan tempat Mi’rajnya nabi yang mulia Rasulullah SAW untuk menerima perintah agung umat Islam: Shalat 5 waktu.

“Maka Palestina harus selalu dalam hati kita,” ajak Gubernur penghafal Quran ini.

Di balik semua itu, lanjut Ketua Umum PBNW ini, sebagai ummat Islam kita harus banyak-banyak introspeksi diri kenapa Trump berani menyatakan sikap zolim seperti itu.

“Trump berani melakukan itu karena kita sesama muslim banyak yang tidak hanya saling benci tapi juga saling bunuh dan hancurkan. Kita ummat Islam tidak bersatu padu melainkan berpecah belah. Dengan kondisi seperti inilah kita mudah diserang dan dikalahkan,” papar Ketua Alumni Al-Azhar Indonesia ini.

Selain itu, Gubernur Ahli Tafsir Al Qur’an ini mengingatkan ummat Islam untuk terus meningkatkan kualitas diri dengan mendalami ilmu agama dan ilmu-ilmu lainnya yang bermanfaat dan memberikan kemanfaatan.

“Jika Ummat Islam ini lemah dan saling terpecah belah maka akan mudah bagi musuh-musuh Islam untuk menginjak dan menghancurkan kita,” tegasnya.

Di akhir kajiannya, TGB mengajak seluruh umat Islam untuk terus membantu perjuangan Palestina untuk mendapatkan hak-haknya dan keadilan.

“Jika ada penggalangan dana untuk membantu saudara-saudara di Palestina maka kita jangan sampai tidak ambil bagian menyisihkan sebagian rizki yang kita miliki,” pesan Gubernur TGB. [WR-01/H]