Ini Penjelasan Kapolres Bima Soal Motif Pembacokan Warga Talabiu

1867
Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo, SH SIK

BIMA, Warta NTB – Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo, SH SIK mengungkapkan motif dibalik aksi penganiyaan terhadap Arif dan Sukardin warga Desa Talabiu, Kecamatan Woha yang terjadi di Desa Padolo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, sekitar pukul 23.00 Wita Jumat (19/6/20) malam.

Aksi penganiayaan yang dilakukan oleh terduga pelaku ayah dan anak, yakni M. Amir (51) dan Indra Bayu (23) tersebut menyebabkan Arif meninggal dunia dan salah satu koban lain Sukardin  masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Woha.

Akibat aksi penganiyaan itu berbuntut panjang, warga Talabiu yang tak terima dengan peristiwa itu pada Sabtu (20/6/2020)  pagi melakukan aksi balas dendam dengan menyerang warga Padolo dan membakar rumah terduga pelaku sehingga akibat kebakaran itu meyebabkan puluhan rumah dan fasilitas kantor Desa Padolo hangus terbakar.

Kapolres Bima Gunawan Tri Hatmoyo yang didampingi Kasat Reskirm IPTU Adhar menuturkan kepada sejumlah wartawan, aksi pembacokan itu bermula saat acara testing orgen tunggal di Desa Padolo. 

Baca  berita terkait: Buntut Penganiyaan Terhadap Warga Talabiu, Puluhan Rumah Warga Padolo Dibakar

Saat itu, Arif ikut nimbrung diacara musik tersebut dengan membawa kendaraan sepeda motor. Saat di keramaian itu, korban meng-gas kendaraannya hingga membuat bising warga sekitar, pada Jumat (19/6/2020) malam.

“Beberapa warga mencoba menegur korban agar tidak menggas-gas motornya. Korban tersinggung dan pulang menjemput temannya Sukardin yang juga menjadi korban,” ungkap Kapolres di lokasi kejadian.

“Naasnya, saat kembali ke Desa Padolo, keduanya langsung dibacok oleh kedua terduga pelaku yang saat ini telah diamankan di Polres Bima,” terang Kapolres  di lokasi pengamanan Desa Padolo, Sabtu pagi.

Akibat pembacokan itu, Arif dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (20/6/2020) pagi, sekitar pukul 09.30 Wita. Sedangkan temannya, Sukardin masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Woha.

Situasi saat ini, kedua desa sudah aman. Kendaraan pun sudah bisa lalu lalang seperti biasa. Tidak ada lagi masyarakat yang berkonsentrasi di perbatasan kedua desa. Hanya jajaran kepolisian dan TNI yang masih berjaga di dua desa. (WR-02)