Imbas Pembunuhan Candra, Warga Waro Serang Desa Tangga Baru, Sejumlah Rumah Dibakar

1906

BIMA, Warta NTB – Kasus pembacokan yang berujung meninggalnya Candra Irawan (27) warga Desa Waro, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima yang diduga dilakukan oleh pemuda Desa Tangga Baru, Kecamatan Monta Yadin (20) pada hari Kamis lalu berbuntut panjang.

Karena menilai masih ada pelaku lain dibalik kasus pembuhunan tersebut, sejumlah warga Desa Waro, Sabtu (1/8/2020) pagi melakukan aksi penyerangan ke Desa Tangga Baru.

Saat penyerangan berlangsung sebagian warga Desa Tangga Baru sudah tidak berada di rumah dan sebagian mengungsi karena sudah mendengar kabar ada aksi penyerangan yang dilakukan oleh warga Desa Waro.

Dari data yang dihimpun Warta NTB berikut beberapa rumah yang dirusak dan dibakar warga, satu unit rumah panggung 12 tiang hangus terbakar rata dengan tanah. Satu unit rumah batu permanen terbakar di bagian depan, satu unit rumah batu permanen terbakar di bagian samping dan satu unit rumah panggung 9 tiang rusak di bagian samping. Serta dua unit sepeda motor dan dua unit traktor hangus terbakar.

Saat penyerangan terjadi Polisi dan aparat TNI dari Koramil Monta yang sebelumnya berjaga-jaga di perbatasan Desa Tangga Baru berupaya menghalau warga, namun lagi-lagi kalah jumlah sehingga massa dari Desa Waro berhasil merangsek masuk di Desa Tangga Baru dan membakar beberapa rumah warga.

Aksi penyerangan ini berhasil diredam dan dipukul mundur setelah personel Polres Bima dan Brimob tiba di lokasi untuk menambah kekuatan personel keamanan. Dengan penambahan personel, sejumlah warga Desa Waro berhasil dihalau keluar dari Desa Tangga Baru oleh pihak keamanan.

Tidak ada korban jiwa dalam aksi penyerangan ini, namun kerugian warga Tangga Baru diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Sebelumnya pada hari Kamis lalu warga Desa Waro juga melakukan aksi penyerangan dan membakar satu unit rumah panggung milik orang tua pelaku pembunuhan.

Hingga berita ini diturunkan aparat kepolisian dan TNI masih berjaga-jaga di sekitar lokasi dan perbatasan kedua desa untuk mencegah aksi serangan susulan. (WR-Al)