Hj. Ellya Disambut Antusias Saat Kunjungi Kelompok Tenun di Kelurahan Dodu

168

KOTA BIMA, Warta NTB – Ketua Dekranasda Kota Bima Hj. Ellya mengunjungi Kelompok Tenun di RT.04/RW.02 Kelurahan Dodu, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima, Selasa (5/11/2019).

Kedatangan Istri Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE ini disambuat antusias ratusan Ibu-ibu dan anak sekolah Taman Pendidikan Quran (TPQ) di kelurahan setempat. Selain datang memberika bantuan benang untuk kelompok tenun kegiatan ini juga dimanfaatkan oleh Umi Elly sapaan akrabnya untuk bersilaturahmi dengan warga kelurahan Dodu.

“Saya datang bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tapi juga untuk bersilahturami dengan warga Dodu,” ucap wanita berparas cantik ini.

Kata Umi Elly, kedepan Dekranasda akan menjadikan Kota Bima sebagai salah satu daerah yang memiliki Home Industri dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya serta melestarikan warisan leluhur.

“Kita akan melestarikan warisan leluhur,” ujarnya.

Untuk melestarikan itu lanjut Umi Elly, perlu ada perhatian khusus dari Pemerintah Daerah lewat Dekranasda dan ini semua akan terlaksana dengan baik ketika semua pihak bisa menjalin kerjasama yang baik untuk saling mendukung.

“Saya yakin dan percaya, bahwa apa yang kita cita-citakan ini akan terwujud melalui kerjasama dan kerja keras,” ucapnya yakin.

Dikatakanya, bahwa Dekranasda Kota Bima, untuk saat ini hanya bisa membantu masyarakat dalam bentuk pemberian peralatan, pelatihan serta pendampingan. Untuk lebih lanjut itu kembali kepada kelompok, karna keseriusan kelompoklah yang menjadi ujung tombak pencapaian.

“Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, sebagai modal usaha yang berkelanjutan dan penunjang ekonomi lokal,” harapnya.

Umi Elly menjelaskan, untuk sementara bantuan yang diserahkan di Kelurahan Dodu hanya untuk dua kelompok.

“Bantuan yang baru bisa kami berikan hanya untuk dua kelompok dulu. In Syaa Allah tahun depan akan kami usahakan agar semua bisa mendapatkan bantuan, lebih-lebih yang belum dapat dan tahun depan pasti akan mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Salah satu Ketua Kelompok Perempuan Mandiri, Juriani mengaku bahwa selama ini belum pernah mendapat bantuan pemerintah dan ia menyampaikan terimakasih kepada Ketua Dekranasda Kota Bima yang telah memperhatikan para pengrajin tenun di Kota Bima.

“Alhamdulillah baru kali ini kami mendapat bantuan setelah 10 tahun kami berupaya meminta bantuan. Semoga Umi Elly yang memperhatikan kami selalu sehat dan diberikan umur panjang,” ucapnya penuh syukur.

Juriani berharap agar tahun depan juga mendapatkan bantuan yang sama karena bantuan benang dapat mengurangi salah satu bahan yang menjadi kebutuhan pengrajin. Ia juga berharap agar pemerintah juga bisa ikut memasarkan sarung (Tembe Nggoli) hasil kerajinan mereka.

“Dengan adanya bantuan penjualan oleh pemerintah, maka para pengrajin di Kelurahan Dodu dan Kota Bima umumnya penjualannya bisa lancar dan penghasilan pun meningkat,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Aminah Ketua Kelompok Melati menyampaikan ucapan terimakasih atas batuan yang diberikan oleh Umi Elly, dan ia berjanji akan memanfaatkan batuan dengan baik untuk menghasilkan sarung dan kain tenun khas Bima.

“Kami sangat berterimakasih atas bantuan dari Umi Elly mudah-mudahan tahun depan kami mendapatkan bantuan yang sama dan bantuannya meningkat dari ini,” harapnya. (WR-TIM)