Fauzan Khalid Janji Tetap Perhatikan Kopersi dan UKM

108
Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid.

Giri Menang,  Warta NTB – Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid menyatakan, perkembangan Koperasi di wilayahnya sudah berjalan dan diperhatikan dengan maksimal. Tetapi disanksikan  sejauh mana koperasi ini memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi, termasuk mensejahterakan masyarakat.

Bupati juga membandingkan krisis ekonomi 1998 silam. Dimana krisis ini harus menjadi sebuah pembelajaran, karena industri dan usaha besar hampir kolaps saat itu. Namun yang mampu bertahan dan memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan ekonomi nasional, justru koperasi Usaha Kecil Menengan (UKM).

“Setelah krisis berlalu, kita sering melupakan itu, kita lupa juga kembali memperhatikan koperasi dan usaha kecil,” papar Fauzan saat memberikan arahan pada gelaran HUT Koperasi ke 72 Kabupaten Lombok Barat di Giri Menang-Gerung, Rabu (31/7/2019).

Secara khusus di Kabupaten Lombok Barat, koperasi dan UKM akan sangat diperhatikan. Ini dibuktikan, secara eksplisit di RPJMD 2019-2024 sudah tercover secara prioritas. Pembangunan di wilayah ini adalah koperasi dan industri kecil. Karena dalam RPJMD, target kuantitatif telah disebutkan. Alasan secara kuantitatif menurut Fauzan, karena jika tahun pertama tidak mencapai target selalu diingatkan. Demikian juga tidak tercapainya target pada tahun berikutnya, selalu menjadi sebuah peringatan.

“Itu tujuan kita, kenapa target kuantitatif disebutkan dalam RPJMD dan itu menjadi kewajiban pemerintah daerah, karena RPJMD menjadi peraturan daerah yang wajib hukumnya diperhatikan, dijalankan pada penyusunan program tiap tahun,” tambahnya dihadapan Pejabat Asisten Deputi Kementeriam Koperasi RI, Sekda Lombok Barat, Kadis Koperasi UKM NTB, Kadis Koperasi UKM Lombok Barat, Ketua Dekopinda Lombok Barat, OPD dan puluhan pengurus koperasi UKM se-Lombok Barat.

Sebagai bentuk refleksi terhadap koperasi, Fauzan juga menyatakan, khusus kepada aktifis koperasi supaya terus dikembangkan. Karena sadar berkoperasi harus diawali dari usia anak-anak, SD, SMP dan SMA, bila perlu sejak usia PAUD.

Pada kesempatan yang sama, bupati juga mengapresiasi program “Kopi Darat” yang sedang digaungkan di Dinas Koperasi Lombok Barat. Dijelaskan, program ini adalah Koperasi Sadar RAT.

Usai memberikan arahan, acara seremoni, dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat Nomor Induk Koperasi, peghargaan bagi koperasi berprestasi, sertifikat koperasi tepat waktu thun 2018, koperasi sehat serta penyerahan bea siswa bagi anak anggota koperasi berprestasi. (WR)