Dandim 1608/Bima Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu 2019

207
Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra bertindak sebagai inspektur upacara dalam apel gelar pasukan pengamanan pemilu 2019 yang berlangsung di halaman kantor bupati bima, Jumat (22/3/2019).

BIMA, Warta NTB – Dalam rangka persiapan pengamanan pemilu tahun 2019, Polres Bima menggelar apel gelar pasukan pengamanan kampanye terbuka dan Pemungutan Suara Pemilu tahun 2019 yang berlangsung di halaman kantor bupati Bima, Jumat (22/3/2019).

Hadir dalam upacara, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Staf Ahli, Para Assisten, Kepala Bagian Lingkup Setda Bima, Ketua KPU dan Bawaslu Kabupaten Bima, ORARI Bima dan bersama Pasukan TNI-Polri. Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam kegiatan tersebut Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putera.

Dalam amanatnya, Lektol Bambang saat membacakan amanat Menko Polhukam Bidang Politik Hukum dan Keamanan RI, Wiranto mengatakan, Pemilu serentak merupakan pesta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara serentak dalam  lima tahun dalam kurun waktu yang bersamaan. Pemilu serentak kali ini akan menjadi warisan kebanggaan sekaligus guna memilih pemimpin nasionalnya.

Sukses dan tidaknya perhelatan demokrasi ini sangat tergantung pada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung, tentu saja anggota parpol dan masyarakat dituntut untuk taat dan patuh pada berbagai ketentuan yang ada, akan tetapi juga pihak penyelenggara Pemilu yakni KPU dan Bawasludan DKPP wajib hukumnya menunjuka kinreja yang obyektif dan transparan tanpa terkecuali tentunnya fungsi dan peran TNI juga menentukan suksesnya keberlangungan Pemilu yang dilaksanakan secara langsung, umu, bebas, rahasia,jujur dan adil.

Seperti kita ketahui bersama lanjutnya, terkait dengan penyelenggaraan Pemilu2019 masih terdapat ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dimungkinkan akan menghambat kelancaran penyelenggaraan pemilu.

Oleh karena itu kami bersama seluruh jajaran Kepolisian, telah mengeluarkan indek kerawanan pemilu yang merupakan pemetaan terhadap kerawanan yang dirediksi aka timbul dalam penyelenggaraan pemilu di setiap daerah.

“Pemetaan tersebut meliputi sisi penyelenggaraan dan sisi keamanan serta keterlibatan masyarakat. Untuk itu saya mengajak kepada seluruh stakeholder terkait untuk segea mengenali, menemukan dan menetralisisr serta mengatasi hambatan tersebut,” ujarnya.

Letkol Bambang menjelaskan, jumlah kekuatan prajurit TNI-Polri yang dilibatkan dalam pengamanan Pemilu serantak ini sebanyak 453. 133 orang. Hal ini dilaksanakan semata-mata dalam rangka mendukung pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2019 ini, dan ini merupakan suatu kehormatan dan kabangaan, karena nilainnya sama dengan menjaga keutuhan NKRI.

“Pada kesempatan ini saya menitipkan pesan kepada seluruh prajurit TNI dan Kepolisian agar dapat memahami bahwasanya tugas pengamanan pemilu serentak tahun 2019 merupakan kehormatan dan kebanggaan yang tidak dapat dinilaidengan apapun, sekaligus menjadi amal ibadah yang akan mendapatkan balasan pahala dari Tuhan YME bila dilaksanakan dengan tulus dan ikhlas,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kapolres Bima Kabupaten AKBP Bagus Satrio Wibowo S.IK mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan merupakan saah satu hal penting dalam pengamanan pemilu sehingga dari kegiatan ini diharapkan para prajurit kepolisian siap untuk mensukseskan dan mendukung pelaksanaan pemilu.

“Untuk itu sebelum diterjunkan ke lapangan kami mengadakan kegiatan simulasi pengamanan pemilu, sehingga dari simulasi akan terlihat kesiapan anggota dalam pengamanan dan mendukung pelaksanaan pemilu,” ucapanya.

Bagus menambahkan, begitupun terkait pemetaan terhadap wilayah yang diprediksi rawan. Dimana pada pelaksanaanya akan ditempatkan personil TNI- Polri yang bertanggung jawab langsung terhadap lokasi yang diprediksi rawan tersebut.

“Apabila ditemukan kerawanan dan hambatan tersebut kami dapat mengambil suatu tindakan tegas sesuai dengan Prosedur tetap dan aturah hokum yang berlaku sehingga tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak yang akan menganggu jalannya Pemilu serentak tahun 2019,” tegasnya..

Sebagai Kapolres, Bagus berharap agar seluruh stakeholder dan warga masyarakat dapat menjaga keamanan selama pelaksanaan Pemilu 2019 sehingga akan menghasilkan pemimpin yang dapat memimpin bangsa, negara dan daerah dengan baik.

Dalam apel gelar pasukan juga dilaksanakan simulasi pengamanan Pemilu yang disaksikan oleh seluruh pejabat yang hadir dalam apel gelar pasukan tersebut. (WR-Man)