Cegah Rabies, Dikes Kabupaten Bima Beri Penyuluhan Pada Siswa SMAN 1 Woha

170
Dinas Kesehatan Kabupaten Bima memberikan penyuluhan tentang bahaya rabies kepada pelajar SMAN 1 Woha.

BIMA, Warta NTB – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima memberikan penyuluhan tentang bahaya dan penyebaran penyakit rabies kepada para pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Woha.

Penyuluhan yang berlangsung di sekolah setempat, Senin (27/5/2019) antusias diikuti oleh perwakilan pelajar dan pengurus OSIS di sekolah tersebut.

Kepala Seksi UKBM Dikes Kabupaten Bima Lukman Umar S.Km selaku pemateri mengatakan,  rabies menyerang sistem saraf pada manusia dan hewan berdarah panas seperti anjing, kucing, kera yang disebabkan oleh virus rabies. Virus ditularkan melalui air liur hewan penderita rabies melalui gigitan atau luka terbuka.

Lukman menjelaskan, virus rabies sulit dideteksi melalui pemeriksaan darah karena itu, ia mengimbau kepada siswa dan siswi SMAN 1 Woha untuk menghindari gigitan hewan pembawa rabies.

“Siswa dan masyarakat harus waspada terhadap gigitan anjing gila karena virus rabies yang ditularkan berjalan melalui sistem saraf, sehingga tidak terdeteksi melalui pemeriksaan darah. Sampai saat ini belum ada teknologi yang bisa mendiagnosa dini sebelum muncul gejala klinis rabies,” katanya.

Penyuluhan bahaya rabies kepada pelajar SMAN 1 Woha.

Lebih lanjut dia mengatakan, gejala klinis akan muncul setelah virus rabies mencapai susunan saraf pusat dan menginfeksi seluruh neuron terutama di sel-sel limbik, hipotalamus dan batang otak.

Sementara itu, lanjutnya, tanda rabies pada hewan sangat bervariasi, antara lain adanya perubahan tingkah laku seperti mencari tempat yang dingin dan menyendiri, agresif atau menggigit benda-benda yang bergerak termasuk terhadap pemilik, pica artinya memakan benda-benda yang tidak seharusnya menjadi makanannya, kemudian hiperseksual mengeluarkan air liur berlebihan dan inkoordinasi berupa kejang-kejang, paralisis/lumpuh dan akan mati dalam waktu 14 hari, namun umumnya mati pada 2-5 hari setelah tanda-tanda tersebut terlihat.

“Kasus rabies selalu berakhir dengan kematian baik pada hewan maupun manusia. Kondisi ini mengakibatkan timbulnya rasa takut dan kekhawatiran serta keresahan bagi masyarakat,” ucap lukman umar

Lukman menegaskan siswa dan masyarakat juga harus mengetahui cara penularan rabies. Ia menjelaskan rabies ditularkan melalui gigitan dan non gigitan, goresan, cakaran atau jilatan pada kulit terbuka (mukosa) oleh hewan yang terinfeksi virus rabies.

Ia menambhakan, virus rabies akan masuk ke dalam tubuh hewan dan manusia melalui kulit yang terbuka atau mukosa namun tidak dapat masuk melalui kulit yang utuh. Kemudian virus rabies bereplikasi dan menjalar dari susunan syaraf perifer ke susunan syaraf pusat.

“Di sinilah pentingnya kewaspadaan kita terhadap anjing rabies atau hewan lain pembawa rabies,” tutupnya.  (WR-Man)