Bule Cantik ini, Jatuh Cinta dengan Musik Tradisional Sunda, Bali dan Sasak

78
Mindie Melanie Schreurs (33) berkebangsaan Belanda dari Kota Roermond.

MATARAN, Warta NTB – Ada sosok berparas cantik yang mencuri perhatian publik saat pentas kebanggsaan rangkaian HUT RI ke-74 yang digelar oleh Taman Budaya NTB di Mataram (23/8) beberapa hari yang lalu. Terlihat seorang bule cantik yang sedang memainkan alat musik Degung Sunda.

Mengenakan pakaian khas adat sunda (Suku Sunda) adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa dan merupakan etnis kedua terbesar di Indonesia). Ternyata bule berparas ayu itu Adalah Mindie Melanie Schreurs (33) asal  Kota Roermond, Belanda. 

Ia yang bersama suaminya adalah pendiri LombokCare mengaku sudah jatuh Cinta dengan musik tradisional Sunda, Bali dan Sasak.

Dengan senyum ceriah, Mindie begitu lihai memainkan alat musik yang menurut kita sangat asing baginya dan  berbeda dengan alat-alat musik tradisional asal negaranya. Apalagi berbicara tentang budaya, yang jauhnya bagaikan bumi dan langit.

Orang sunda yang memainkan musik sunda itu hal biasa, begitupun etnis lain yang memainkan alat musik tradisional daerahnya masing-masing. Tetapi ketika bule lebih familiar dari kita terhadap seni budaya nenek moyang kita yang adiluhung adalah sesuatu yang luar biasa.

Karena memainkan sebuah alat musik tradisional memang membutuhkan keulekan dan ketekunan yang intens. Mengingat tingkat kerumitan dan cara memainkannya membutuhkan waktu latihan yang cukup panjang, maka tak heran jika sebagian orang memilih menyerah menjadi pegiat berbagai alat musik tradisional di Indonesia. Apalagi ditambah lagi perkembangan alat musik modern yang kian meracuni generasi saat ini, semakin menggeser posisi musik tradisional jauh ditelan zaman.

Meski demikian, para pecinta musik tradisional tidak boleh dianggap remeh. Seiring perkembangnya, musik tradisional juga terus mengepaskan sayap transformasinya yang diperkaya dengan mengolaborasikan bersama alat musik modern. Salah satunya adalah, musik tradisional Degung Sunda yang dikolaborasikan dengan alat musik lain seperti gitar akustik dan bass elektrik untuk mengiringi tembang atau lagu Pop Sunda.

Kecintaan Mindie terhadap musik tradisional sunda, tidak datang begitu saja. Sebelum jatuh hati, ia mengaku sejak kecil mulai mengenal, mendengar dan mencintai lagu Indonesia, entah itu lagu modern atau tradisional. 

Kecintaannya semakin bertambah saat ikut langsung bermain alat musik Degung Sunda bersama pemain lainnya “Dulunya ketika saya mendengar degung sunda saya teringat sama Indonesia pada umumnya,”akuinya saat ditemui usai pementasan di Taman Budaya Mataram baru baru ini.

Mindie pun tidak pernah menyangka bahwa ia pun bisa bermain degung Sunda walaupun itu bukan bagian dari budaya asalnya. Awalnya ia diajak oleh Paguyuban Pasundan untuk bermain degung. Karena menurutnya, ini merupakan  sebuah tantangan yang baru dan ia begitu senang.

“Yang jelas saya sangat bersyukur di berikan kesempatan ini, karena bermain degung itu seperti obat, dapat menenangkan hati dan menghilangkan stress karena nada ketukan pada alat gamelan. saya belajar dan latihan hanya tiga kali latihan,” cerita bule asal Belanda tersebut.

Setelah mendapatkan pengalaman bermain degung, bule cantik itu,  semakin penasaraan dengan degung sunda, bahkan dengan musik etnis lainnya. Menurutnya, sangat menarik jika bule-bule yang berlibur ke Indonesia, bukan hanya diberikan kesempatan untuk mendengar musik tradisional, tetapi juga diberi kesempatan bagaimana mereka diajarkan untuk bermain alat musik tradisional di berbagai daerah di Indoensia. Karena itu ketika kita bermain suatu alat musik sendiri, kenangan akan jauh lebih gampang teringat. 

“Musik tradisional Indonesia seperti Sunda, Bali, Sasak dan lainnya, sungguh indah dan tidak kalah dengan musik Barat. Menurut saya musik tradisional ini sangat perlu dilestarikan lagi,” ungkapnya yang didampingi oleh sang suami.

Di tempat-tempat pariwisata se-Indonesia yang pernah ia kunjungi, ketika di hotel, restoran dan spa, sebetulnya sering sekali terdengar lagu-lagu gamelan, akan tetapi ia baru mulai sadar pada saat merencanakan pernikahannya bahwa sebetulnya lagu-lagu itu adalah lagu tradisional sunda. 

“Karena pernikahan kami pun diselenggarakan dengan adat dan musik sunda. Melalui musik tradisional ini, Sekarang saya pasti akan teringat dengan keindahan pada hari pernikahan kami. Karena lagu Indonesia ini yang membuat saya jadi kangen sama Indonesia pada saat saya berada di Belanda,” katanya dengan bahasa Indonesia meskipun terbata-bata.

Sebenarnya Mindie, telah mengunjungi Indonesia pertama kalinya pada tahun 1992, selang beberapa tahun kemudian, ia kemudian mengunjungi pulau Lombok untuk pertama kalinya di tahun 1995, saat itu umurnya masih beranjak delapan tahun. Sejak saat itu, Mindie hampir setiap tahun berlibur di Lombok dan bertemu dengan sang pujaan hatinya. Karena begitu besar cintanya kepada Lombok dan Indonesia umumnya, Bule Cantik itu akhirnya dipinang oleh seorang laki-laki asal bandung dan melangsungkan pernikahan pada tahun 2011 dengan menggunakan adat Sunda. 

Dari pernikahannya telah dikarunia dua putra. Dan sekarang, Mindie dan keluarga kecilnya menetap di sebuah Yayasan Sekolah Luar Biasa (SLB) LombokCare. Ia bersama sang suami (Afif Sutardi) merupakan sebagai Founder Yayasan LombokCare yang beralamat di Jalan Biduri Dusun Aik Are Desa Sandik Kecamatan Batulayar Lombok Barat, NTB.  (WR)