Brigadir Agus Salim Sisihkan Rejeki Bantu Remaja Gizi Buruk dan Lumpuh Layu di Suragala

412
Brigadir Agus Salim saat menjenguk dan membawakan bantuan untuk Purnam di rumahanya Dusun Timba Ekek, Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur.

SELONG, Warta NTB – Meski telah berusia usia 20 tahun, kondisi Purnama Hadi tidak seperti remaja lain pada umumnya. Seharusnya saat ini ia sedang menghabiskan waktu bersama teman-teman seusianya, tetapi karena menderita gizi buruk dan lumpuh layu ia hanya tergolek lemah di rumahnya.

Remaja yang tinggal di Dusun Timba Ekek, Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur ini menderita Gizi Buruk dan Lumpuh Layu sejak berusia 9 bulan. Saat ini ia hanya tinggal bersama seorang ibu karena ayah kandungnya telah meninggal dunia sejak ia berusia 10 tahun.

Koordinator Yayasan Endri Foundation Lombok Timur, Brigadir  Agus Salim mengatakan, saat ini berat badan Purnama hanya 13 kilogram, itu mungkin bukan berat normal bagi anak remaja seusiannya. Purnama merupakan anak ke-6 dari 7 bersaudara. Dengan keterbatasan ekonomi ia tidak bisa berobat.

“Beberapa tahun lalu ia pernah mengalami mati suri selama 1×24 jam hingga dikira telah meninggal dunia. Orang-orang banyak datang melayat ke rumahnnya. Tetapi ketika sedang dimandikan dan mau dibungkus kain kafan ia hidup kembali orang-orang pun kaget,” terang Agus saat mengunjungi rumah Purnama.

Sosok polisi peduli kemanusiaan yang bertugas di Polres Lombok Timur ini mengaku, pernah membantu Purnama berobat di RSUD Soedjono Selong yang juga dibantu Baznas Lombok Timur serta relawan.

“Ia pernah kami bantu bawa berobat dan opname di RSUD soedjono Selong, namun karena penyakitnya tidak kunjung sembuh dan kendala biaya konsumsi keluarga di rumah sakit sehingga keluarga membawanya pulang dan hingga saat ini pun belum dibawa lagi ke rumah sakit,” terangnya.

Sebagai bentuk kepedulian untuk membantu semasam, sesekali di luar jam dinas dikantornya, Agus mengunjungi dan membawakan sedikit kebutuhan untuk Purnama di rumahnya.

“Jika ada waktu di luar jam dinas, saya selau memgunjungi adek Purnama walaupun hanya sekeder membawakan sedikit rejeki seperti susu pampers. Inilah bentuk kepedulian kami terhadap sesama khususnya di Lombok Timur,” ungkapanya.

Agus berharap agar pihak-pihak lainnya juga tergerak hatinya untuk membantu sesama karena dengan bantuan sedikit rejeki yang kita sisihkan akan sangat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan kita.

“Kami berharap masyarakat dan pihak terkait lainnya juga ikut tergerak hatinya untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan. Keluarga berharap bantuan semua pihak terutama pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib adek Purnama,” pungkasnya. (WR)