Brigadir Agus Salim Sambangi Nenek Penderita Stroke yang Tinggal di Kandang Sapi

355
Brigadir Agus Salim menyambangi Inaq Selamat yang tinggal di Dusun Mbung Ganang, Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.

SELONG, Warta NTB – Sungguh memprihatinkan kehidupan Inaq Selamat (73) warga Dusun Mbung Ganang, Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur setelah rumahnya rusak akibat gempa Lombok yang terjadi tahun 2018 silam, kini ia hanya bisa tinggal di kandang sapi.

Kehidupan ini memanglah sebuah misteri yang menjadi rahasia sang pencipta. Dalam kehidupan yang serba kekurangan Inaq Selamat juga menderita penyakit storek. Penyakit stroke dan kelumpuhan dideritanya sejak tujuh tahun terakhir.

Meski Inaq Selamat memiliki tiga orang anak, tetapi kondisi ekonomi mereka juga di bawah standar sehingga tidak mampu membawanya berobat ke dokter atau rumah sakit.

Anak tertua dari Inaq Selamat hanyalah seorang peternak sapi milik orang lain dan dia hanya sebagai penjaga ternak, sedangkan anaknya yang lain juga tidak memiliki pekerjaan tetap. Karena keterbatasan mereka hanya bisa menempati kandang kosong yang ada di loksi kandang tersebut.

Mendapat informasi itu, Brigadir Agus Salim selaku Koordinator Yayasan Endri Faoundation Lombok Timur (EF Lotim) bersama Ketua LKS Murni Hati Belanting pada hari Kamis (10/10/2019) langsung menyambangi tempat tinggal Inaq Selamat.

Dalam kunjungannya mereka juga membawakan bantuan sembako untuk Inaq Selamat dan mengecek kondisinya.

Brigadir Agus Salim kepada Wartantb.com mengatakan, kamin sangat terkejut melihat kondisi Inaq Selamat yang dalam keadaan sakit stroke dan juga tinggal di tempat yang sangat tidak layak karena di samping tidak layak juga bau kotoran ternak sapi yang menyengat.

Agus menuturkan, berdasarkan pengakuan Inaq Selamat dan anaknya hingga saat ini mereka belum pernah mendapatkan bantuan apa-apa dari pemerintah desa maupun pihak terkait lainnya.

“Berdasarkan pengakuan anaknya sekitar sebulan lalu pernah diberikan bantuan berupa spandek 10 lembar oleh pihak desa, namun untuk bantuan lain belum ada,” kata Agus.

Sosok polisi yang bertugas di Polres Lombok Timur sekaligus selaku Kordinator EF Lombok Timur ini berharap ada kepedulian pemerintah dan pihak terkait lainnya untuk membantu Inaq Selamat agar dibuatkan rumah layak huni dan memberikan bantuan untuk mengobati penyakitnya,

“Kami berharap agar pemerintah bisa membantu Inaq Selamat, selain itu kami akan mencarikan donatur untuk membantu biaya pengobatan dan membangun rumah layak huni untuk Inaq Selamat dan keluarga,” ujarnya. (WR)