Brigadir Agus dan EF Dompu Serahkan Bantuan Tongkat dan Sembako Kepada Lansia dan Disabilitas

242
Brigadir Agus menyerahkan bantuan tongkat ketiak kepada Bapak Hima (Foto Kiri) dan bantuan sembako dan uang tunai kepada Kakek Darahi (Foto Kanan).

DOMPU, Warta NTB – Pasca pindah dari Lombok Timur ke Polres Dompu, Brigadir Agus Salim terus intens melakukan kegiatan peduli kemanusia di wilayah Kabupaten Dompu. Sejak pindah tugas beberapa waktu yang lalu sudah banyak warga Dompu yang kurang mampu dan disabilitas yang ia bantu.

Sosok polisi peduli kemanusian ini selain mendedikasikan diri sebagai anggota Polri, ia juga mendidikasikan sebagian waktunya untuk membantu sesama. Sebelum pindah ke Polres Dompu ia telah membantu ribuan orang warga kurang mampu dan disabilitas di wilayah Lombok Timur hingga mendapat penghargaan dari Bupati Lombok Timur yang diterim beberapa waktu yang lalu.

Semenjak pindah ke Polres Dompu pada bulan Oktober 2019 lalu. Ia kembali bergarak bersama Yayasan Endri Foundation (EF) Dompu dan beberapa relawan kemanusian lainnya untuk mendata dan membantu warga kurang mampu dan disabilitas yang memang sangat membutuhkan bantuan.

Penyesuaian ini dengan cepat ia lakukan  karena sebelumnya ia juga merupakan Koordinadir Yayasan  EF Lombok Timur, maka dengan meranggkul Tim EF Dompu ia pun mulai bergerak untuk membantu sesama di wilayah Kabupaten Dompu.

Tak pernah merasa lelah, di sela-sela tugas dinasnya selama dua hari terakhir ia bersama Tim EF Dompu bergerak membantu dua orang warga yang kurang mampu dan penyandang  disabilitas di dua lokasi yang berbeda.

Bantuan hari pertama dilakukan pada Kamis (5/12/2019) dengan memberikan bantuan sepasang tongkat ketiak kepada Hima (62), seorang penyandang disabilitas yang tinggal di RT.005/RW.003, lingkungan Dore, Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja.  

“Saat meberikan bantuan saya didampingi Ketua Yayasan EF Dompu Moh. Irfan dan Sekretaris Andi Hermawan mengantarkan sepasang tongkat ketiak ke rumah salah seorang warga yang kakinya patah di paha kanan akibat kecelakaan lalu lintas tujuh tahun silam,” jelas Brigadri Agus.

Kecelakaan yang menimpa Pak Hima terjadi tujuh tahun lalu ia ditabrak mobil saat hendak ke pasar Dompu, akibat kecelakaan itu paha kanannya patah. Namun karena tidak memiliki biaya ia tidak pernah operasi tulang atau ke dokter. Untuk pengobatan alternatif pihak keluarga hanya bisa membawanya ke dukun urut atau patah tulang sehingga sampai saat ini kakinya masih terasa sakit dan tidak bisa berjalan normal sehingga membutuhkan alat bantu berupa tongkat.

“Pak Hima dan keluarga sangat senang ketika kami datang membawakan tongkat karena dengan bantuan tongkat ketiak itu, ia bisa berjalan kemana-mana lebih-lebih untuk berjalan saat melaksanakan shalat di masjid,” katanya.

Brigadir Agus mengaku tongkat itu sendiri ia bawa dari Lombok Timur saat pulang cuti beberapa waktu lalu setelah mendapat informasi dari Sekretaris EF Dompu bahwa di Desa Simpasai ada seorang disabilatas yang membutuhkan tongkat ketiak sebagai alat bantu untuk berjalan.

“Tongkat itu saya bawa dari Lombok Timur ketika balik cuti minggu kemarin karena di sana sudah tidak ada orang untuk disalurkan sehingga saya bawa ke Dompu dan diserahkan langsung kepada Pak Hima,” ujarnya.

Selanjutnya pada hari Jumat (6/12/2019) pagi, Brigadir Agus Salim didampingi Tim EF Dompu kembali maberikan bantuan berupa sembako kepada Bapak Darahi (75) seorang kakek lansia di Desa Wawonduru. Kakek yang tinggal di rumah panggung yang hampir roboh ini sudah 40 tahun tinggal sendiri setelah bercerai dengan istrinya puluhan tahun lalu dan belum memiliki anak.

“Kedatangan kami kali ini membawakan bantuan paket sembako dan uang tunai yang mungkin dapat membantu Bapak Darahi karena memang selama ini ia hidup hanya mengharapkan bantuan dari orang lainnya karena usiannya yang tidak memungkinkan ia untuk bekerja,” katanya.

Brigadir Agus mengungkapkan, dari pengakuan Kakek Darahi, ia pernah mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah desa, namun untuk rehab rumahnnya belum ada kabar sampai sekarang sehingga ia sangat mengharapkan agar rumahnya direhap supaya menjadi rumah layak huni.

“Ia sangat berharap agar rumahnya bisa direhab sebagai tempat bernaung di usia senja. Dan saya juga berharap semoga ada dermawan yang mau memberikan bantuan untuk rehab rumah Kakek Darahi sehingga ia bisa nyaman tinggal di rumahnnya dan saya mengajak semua pihak agar bisa sama-sama membantu Kekek Darahi,” harapnya.

Dalam kunjungannya di rumah Kekek Darahi, Brigadir Agus dan Tim EF Dompu juga ditemani oleh Arbiatul Fitriani salah satu bidan yang berada di desa setempat yang kebetulan juga berada dekat dengan rumah Kekek Darahi.

“Saat kami berkunjung ke rumah Kakek Darahi kami juga ditemani oleh bidan ini yang kebetulan bertetangga dengan Kakek Darahi dan ia juga siap bergabung dengan relawan EF Dompu bergerak bersama untuk membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan kita bersama,” tandasnya. (WR)