Bahas Situasi Pilkada, Kapolres Kota dan Dandim 1608/Bima Sambangi Bawaslu Bima

191
Ketua Bawaslu Kabupaten Bima Abdullah, SH menyambut kedatangan Kapolres Bima Kota dan Dandim 1608/Bima di ruang Media Center Bawaslu Kabupaten Bima, Selasa (4/8/2020).

BIMA, Warta NTB – Ketua Badan Pengawas Pemilhan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bima, Abdullah, SH menerima kunjungan Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Bima Kota, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1608/Bima. Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Bawaslu, Selasa (4/8/2020) tersebut membahas tentang perkembangan situasi keamanan terhadap proses tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima 2020.

Meski pada saat ini, kata Ketua Bawaslu kabupaten Bima yang akrab disapa Ebit ini, tahapan pendaftran bagi bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bima di KPU belum mulai dibuka, namun arus dinamika perpolitikan  di bumi “Maja Labo Dahu” ini sudah mulai “hangat”.

Karena itu, kata dia, penting bagi pengawas, aparat TNI dan Polri untuk menyiapkan diri lebih dini dalam membangun komitmen secara bersama, menyatukan persepsi dan menentukan langkah pencegahan serta penanganan yang cepat dan tepat demi terlaksananya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima 2020 yang aman dan damai. 

“Tadi kami membahas tentang  kondisi terkini terkait situasi dan kondisi keamanan terhadap proses tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima 2020,” terang ketua Bawaslu yang akrab disapa Ebit ini.

Menurut Ebit, moment tersebut digunakan untuk mengidentifikasi atau memetakan sejumlah masalah yang patut diduga dapat menjadi benih yang bisa memicu terganggunya instabilitas keamanan terhadap pelaksanaan proses tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima 2020 yang akan digelar 9 Desember mendatang.

Pencegahan dini ini penting, lanjutnya, selain untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan pada setiap proses tahapan Pilkada, juga agar pihak pengawas, TNI/Polri memiliki langkah strategis  yang tepat dalam menangani setiap persoalan yang timbul akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Jadi, saat ini kami sudah mulai petakan sejumlah masalah yang diduga bisa saja muncul dalam Pilkada Bima yang akan digelar pada 9 Desember mendatang. Terhadap dugaan tersebut, kami sudah mencoba untuk menemukenali penyebab atau akar masalah, serta telah melahirkan ide dan gagasan guna mencegah agar sesuatu yang tidak diinginkan bersama dalam proses Pilkada Bima 2020 ini tidak akan terjadi. Jika kemungkinan terburuk pun terjadi, maka kami juga sudah persiapkan ide  serta gagasan berupa langkah penanganan yang cepat dan tepat,” pungkasnya.  (WR-02)